SuaraPemerintah.ID –Â Nur Saadah (23), atlet wanita cabor muaythai asal Desa Tanah Tinggi, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat sukses raih medali emas di ajang bergengsi PON XX Papua, kontingen Kota Bekasi,Provinsi Jawa Barat.
Bermula, dirinya mengaku menggeluti olahraga muaythai, semenjak duduk dibangku (Sekolah Menengah Atas) SMA swasta di daerah Bekasi. Awalnya mengikuti olahraga bela diri silat disekolahnya, kemudian ada seorang pelatih wushu menghampiri dan mengajaknya ikut olahraga beladiri tersebut. Dan, akhir Ia ‘hijrah’ ke olahraga wushu. Nah, di olahraga wushu ini, wanita asal Bekasi berhasil menorehkan banyak prestasi di daerah, maupun nasional.
“Awalnya saya ikut silat waktu masih SMA, terus ditawari pelatih wushu, namanya Aridanto, akhirnya saya mau ikut wushu dengan memperoleh banyak medali” tutur Nur saat dihubungi redaksi SuaraPemerintah.ID, Senin (11/10/21).
Seiring waktu, tahun 2016, Nur mengikuti eksibisi (demonstrasi) muaythai di Jawa Barat. Dalam eksibisi tersebut, Ia berhasil membawa pulang medali emas dari utusan kota Bekasi. Tak sampai disitu, prestasi Nur sampai ke kancah nasional, mewakili Jawa Barat.
Wanita berkulit kuning langsat ini melaju ke babak kualifikasi PON XX Papua 2021. Kualifikasi ini digelar di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur di tahun 2019. Dan akhirnya, Nur mampu meraih medali emas dan dinyatakan lolos melaju ke PON XX Papua 2021.
“Tahun 2016, saya ikut eksibisi muaythai di Jawa Barat. Nah, disitu saya mendapatkan medali emas. Karena dapet medali emas, lanjut lagi ke pertandingan nasional membawa nama provinsi, Jawa Barat. Alhamdulillah, dalam setiap pertandingan selalu membawa medali, akhirnya ikut PON XX di Papua,” cerita gadis lajang tersebut.
Dalam persiapan PON XX Papua 2021, Nur mengaku, banyak sekali persiapan latihan dilakukan. Mulai dari latihan rutin setiap hari, pola makannya dijaga,kesehatan tubuh dijaga.
“Sebelum berangkat ke Papua, butuh waktu setahun setengah untuk latihan. Latihannya di Subang. Dan dua bulan latihan di Bali,” ungkapnya.
Untuk menguji kesiapan ikuti PON Papua XX 2021, wanita berjilbab ini melakukan pertandingan uji coba di Kota Kendari. Banyak pretasi sudah diraih dalam kejuaraan muaythai, baik di daerah maupun nasional.
“Saat persiapan PON XX Papua, banyak kendala saya lalui. Salah satunya, saat ‘datang bulan’, pada hari pertama engak bisa latihan, harus istirahat,” kenang Nur.
Tiba saatnya, Ajang PON XX Papua 2021 digelar, saat babak penyisihan, Nur harus menghadapi utusan atlet dari Banda Aceh, dengan pertarungan sengit, akhirnya Nur memenangkan pertndingan tersebut.
Selanjutnya, di babak semifinal, wanita periang ini harus berhadapan tanding dengan tuan rumah, yakni atlet Papua. Dengan rasa ‘deg-deg-an’, sambil mendengar sorak gemuruh suara penonton, dirinya menjadi gerogi. Namun, Nur berhasil mengalahkan atlet muaythai asal bumi cendrawasih tersebut, melaju ke babak final.
Saat final, Nur bertemu dengan perwakilan Riau. Menurutnya, kontingen asal Riau ini jadi rival paling susah dikalahkan. Sebab seperti patung, maju terus tak ada kata mundur baginya, sempat ada rasa takut dalam dirinya, tapi semua itu mnejadi hilang saat sudah di atas ring.
Setelah berhasil membawa pulang medali emas di final PON XX Papua 2021 tersebut, Ia mengaku dapat berbagai bonus dari pemerintah kota Bekasi, berupa uang tunai sebesar Rp250 juta, plus pekerjaan. Sedangkan dari Provinsi Jabar, Nur dikasih uang secara kontan senilai Rp500 Juta.
“Alhamdulillah, dapat bonus uang tunai dari Pemkot Bekasi dan Pemprov Jabar,” ujarnya.
Usai PON XX di Papua, agenda berikutnya dirinya bakal mengikuti Porda daerah di bulan Juli 2022, digelar di Ciamis. setelah itu, lanjut Sea Games, untuk waktunya belum ditentukan.
Nur berharap, olahraga muaythai ini bisa membawa dirinya berkembang lagi, bisa mengharumkan nama kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional cabor muaythai.
“Semoga pemerintah menyediakan sarana dan prasarana,” harapnya.
Dipenghujung obrolan,Ia mengaku prestasi diraih semua ini berkat restu dan dukungan orang tua, Nur berhasil membawa pulang medali emas di ajang PON XX Papua 2021.
Pesan untuk kaum milenial, agar lebih menyukai olahraga dibanding buang-buang waktu yang kurang bermanfaat.
“Para milenial harus lebih menyukai lagi olahraga, daripada ikut pergaulan tidak jelas, mending olahraga,” tutup Nur Saadah.


.webp)












