Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Nasi Uduk Jumalang dan Maulid Nabi

SuaraPemerintah.ID-Datanglah ke kampung Ujungharapan, di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada hari maulid Nabi. Mampirlah pada rumah siapa saja di kampung itu, niscaya Anda bakal dapat nasi uduk, lengkap dengan semur daging dan empingnya.

Para pemilik rumah senang gembira jika Anda berkenan makan sepuasnya. (dibungkus juga boleh kok).

- Advertisement -

Tak ada bayaran. Nikmati suasana silaturahim dan sedekah. Itulah bagian dari keindahan tradisi dibangun almarhum guru kami, K.H. Noer Alie.

Saya, menghabiskan masa kecil di kampung Ujungharapan itu, rasanya tak kuasa jika tak datang di hari Maulid Nabi. Bukan karena nasi uduknya lho, tapi bersilaturahim dengan teman dan para guru.

- Advertisement -

Almarhum guru kami, K.H. Noer Alie, memang tak mengajarkan langsung orang-orang kampung membaca kitab, memposting video, menyebar propaganda ini-itu, tapi beliau menjalankan pendapat Imam Suyuthi untuk diterapkan.

Dalam kitab حسن المقصد في عمل المولد, Imam As-Suyuthi menulis,

عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف

“Menurut saya, prosesi rangkaian maulid yang terdiri atas berkumpulnya manusia, membaca al-Qur’an, membaca riwayat tentang Nabi dan peristiwa kelahirannya serta menyantap makanan kemudian selesai, tanpa ada tambahan macam-macam adalah inovasi (bid’ah) yang baik yang mendapat balasan pahala pelakunya, sebab didalamnya ada penghormatan kepada kemuliaan Nabi dan mempertegas rasa bahagia atas kelahiran Nabi yang mulia,”.

Dari penjelasan singkat Imam As-Suyuthi itu peringatan Maulid adalah suatu “bid’ah”. Disebut bid’ah sebab dia merupakan inovasi dalam membangun peradaban untuk mencintai Rasulallah SAW.

Bukankah itu tak ada di zaman Nabi jadi pasti sesat dan tertolak?. Saudaraku, menara masjid pun tak ada di zaman Nabi, padahal ia menjadi ciri sebuah masjid. Dan tahukah Anda bahwa menara berasal dari tradisi agama Majusi diadopsi Islam. Kok bisa?.

Menara berasal dari kata ‘manaarah’, secara struktur bahasa merupakan ‘isim makan’ dari kata ‘naar’ atau api. Dulunya, menara berarti tempat menyimpan api sesembahan bangsa Persia yang beragama Majusi.

Ketika Islam masuk ke Persia, apipun dipadamkan, kemudian naiklah muadzin ke atas tempat menyimpan api itu untuk mengumandangkan adzan. Para dai generasi awal itu tak merusak estetika peradaban bangsa Persia, namun mengisinya dengan nilai-nilai Islam.

Kini, memang tak ada lagi muadzin yang naik ke atas menara sebab sudah tergantikan oleh kabel dan toa. Namun, menara tetap kokoh sebagai simbol estetika masjid, rumah ibadah kita. (Karena tak ada lagi muadzin yang naik ke atas menara, banyak juga yang akhirnya kena asam urat, akibat kurang olahraga)

Di sisi lain, dalam satu hadits, Rasulallah SAW, diriwayatkan pernah berkata bahwa Abu Lahab diringankan azabnya pada setiap hari Senin. Kok bisa, padahal dia musuh besar Rasullah?. Ya, sebab dia berbahagia ketika Rasulallah dilahirkan. Maklum, secara garis keluarga, Nabi masih terhitung keponakan Abu Lahab sehingga dia bahagia ketika Nabi dilahirkan.

Karena itu, al-Hafiz Syamsuddin ad-Dimasyqi menulis suatu syair:

إذا كان هذا كافرا جاء ذمه * وثبت يداه في الجحيم مخلدا
أتى انه في يوم الاثنين دائما * يخفف عنه للسرور بأحمدا
فما الظن بالعبد الذي طول عمره * بأحمد مسرور ومات موحدا

Jika dia (Abu Lahab) saja yang kafir telah jelas dosanya kekal tangannya berada di neraka jahanam Datang (berita) bahwa pada setiap hari senin selalu * diringankan darinya (azab neraka) karena bahagia dengan (kelahiran) Muhammad.

Maka, bagaimana pula dengan hamba yang sepanjang hidupnya dengan (kelahiran) Muhammad, Ia berbahagia dan mati dalam keadaan menggapai ketauhidan.

(Inayatullah Hasyim)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru