BerandaPemdaPemprov DKI Jakarta Batal Berlakukan Sanksi Tilang Uji Emisi

Pemprov DKI Jakarta Batal Berlakukan Sanksi Tilang Uji Emisi

SuaraPemerintah.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta beri pelayanan uji emisi untuk kendaraan bermotor di beberapa titik. Hal ini dilakukan Pemprov DKI bersama pihak swasta.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Gurbernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 mengenai penciptaan langit biru Jakarta dengan mengatur emisi yang dihasilkan dari kendaraan.

- Advertisement -

Selanjutnya, untuk kendaraan yang melanggar kebijakan, bakal dikenakan sanksi mulai 13 November mendatang. Adapun sanksi yang diberikan berupa pengenaan tarif parkir tertingi sampai dengan denda tilang Rp 250.000 untuk motor dan Rp 500.000 untuk mobil.

Namun demikian, pihak kepolisian masih mempertimbangkan penerapan sanksi tilang tersebut. Pasalnya, jumlah kendaraan yang sudah menjalani atau lulus uji emisi di Ibu Kota masih sangat rendah.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengatakan, sanksi tilang baru akan diterapkan jika 50 persen kendaraan di Jakarta sudah dinyatakan lulus uji emisi.

“Nanti kalau sudah 50 persen atau lebih baru kami akan tingkatkan menjadi tilang. Jadi jangan sampai nanti 10 (kendaraan) yang diberhentikan, sembilan belum ada kartu uji emisi. Kan malah jadi masalah,” papar Argo, pada Rabu (3/11/21).

Sehingga, Kepolisian hanya memberikan sanksi teguran bagi kendarana yang belum melaksanakan uji emisi.

“Tilang itu the last option. Kami akan memaksimalkan teguran dulu. Jika memang 50 persen lebih kendaraan sudah berangsung uji emisi di bengkel yang sudah tersertifikasi atau di Dinas Lingkungan Hidup (baru diterapkan),” tutupnya.

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

  1. .
    Lalu yg gak lulus uji emisi , motor / mobilnya gak boleh keluar dari rumah Yaaa.

    Kalau itu motor / mobil utk menafkahi keluarga nya bagaimana.
    Siapa yg tanggung jawab kalau dia dan klrg nya kelaparan. Dan tak mampu bayar kontrakan.

    Kalau kalian yg kaya-2 siiih enak ,
    dg enteng bilang beli yg baru { tunai / kredit ).

    Nah kami-2 yg hidupnya sdh kembang kempis mau beli pakai apa , selama ini masih bisa makan nasi sama krupuk saja sdh lumayan.
    Konon lagi kredit motor , aplg mobil.

    Smg dg nya gak jadi menguntungkan pabrik-2 kendaraan , shg kendaraan-2 mereka berharap habis terjual.
    Dan kendaraan bekas jadi gak laku.

    S e k i a n
    Smg yg kecil jangan terkucilkan
    Trmksh
    .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM