BerandaBerita HumasDekranasda Aceh Gandeng BPVP Kembangkan Sektor Kerajinan

Dekranasda Aceh Gandeng BPVP Kembangkan Sektor Kerajinan

SuaraPemerintah.IDDewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh dengan Galeri Pengantin Yenny Shalia untuk mengembangkan kemampuan perajin di Bumi Serambi Mekah.

Kerja sama penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aceh itu dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekranasda Aceh dengan BPVP yang sebelumnya dikenal dengan nama Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Wilayah Aceh, Senin (20/06).

- Advertisement -

Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati berharap, kegiatan kolaborasi ini mampu memberikan energi dan semangat baru dalam mendorong produktivitas perajin, khususnya pada pengemasan akhir produk yang dinilai masih kurang memuaskan.

“Harapan kita dengan adanya perjanjian ini dapat meningkatkan kompetensi masyarakat, meningkatkan life skill sehingga kualitasnya lebih optimal lagi dalam pengembangan potensi dan produktivitas kerja yang lebih baik,” kata Dyah.

Ketua TP PKK Aceh ini menuturkan, kerajinan Aceh memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, pada proses akhirnya terutama dalam kaitan kemasan produk masih monoton dan belum memiliki daya tarik yang mampu mendongkrak minat konsumen, misalnya segi pewarnaan hingga adaptasi fashion modern yang sentuhannya masih kurang.

Ia menuturkan, dengan peran kolaborasi yang sangat kuat antar semua pihak, khususnya melalui pelatihan ini, akan memunculkan insan-insan kreatif Aceh dengan inovasi baru untuk mendongkrak perekonomian pengrajin yang berbasis pada pengembangan warisan budaya.

“Selama ini kita lihat pengrajin itu hanya mata pencaharian sampingan bukan utama, sehingga tidak optimal. Jadi dengan pelatihan ini akan memberikan dampak pada pengembangan kerajinan dengan sentuhan inovasi yang lebih modern dan langsung menyentuh nilai keekonomian,” kata Dyah.

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Rahmad Faisal, mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini juga sedang menggiatkan UMKM dan ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Potensi dari Aceh juga bisa diangkat dan kita berdayakan dengan potensi dan karakteristik daerah. Apalagi saat ini kerajinan dari Aceh yaitu bordiran kerawang sangat banyak peminat,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap melalui kegiatan kolaboratif ini akan memberikan daya ungkit bagi pembangunan SDM Aceh yang lebih berkualitas serta perekonomian juga ikut tumbuh membaik.

Penulis: Maden Andela | Editor: Rudi Sukmana
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM