SuaraPemerintah.ID – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana memperkuat BUMN-BUMN lemah dengan cara menggabungkan beberapa perusahaan pelat merah. Salah satunya, Perum Damri yang akan digabung (merger) dengan Perum PPD. Demikian Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan rencana itu pada paparannya dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Selasa (7/06).
Menurut Kartika Wirjoatmodjo, merger Perum Damri dengan Perm PPD karena keduanya terdampak pandemi Covid-19 dan memiliki bisnis yang sama. Pria yang akrab disapa Tiko ini mengatakan, penggabungan kedua perusahaan bidang transportasi umum ini akan memperkuat BUMN.
“Pertama, nanti ada proses merger Damri dengan PPD. Kami akan update terpisah bahwa kita akan memergerkan Damri dengan PPD karena ini fungsinya sama dan saat ini dua-duanya terkena Covid-19. Lebih baik kita gabungkan supaya lebih kuat sehingga bisa menjangkau jaringan-jaringan perintis yang lebih lebar,” paparnya dikutip dari detik.com.
Selain merger BUMN di sektor transportasi, Kementerian BUMN juga telah merencanakan PT Telkom Indonesia untuk mengambil Perum Produksi Film Negara (PFN). Menurutnya, PFN akan sulit jika berdiri sendiri.
Nantinya, setelah bergabung dengan Telkom, PFN akan memproduksi film dan akan tayang di platform Telkom melalui Maxstream dan Indihome.
“Dan kemudian ada rencana kami untuk Telkom mengambil PFN kemungkinan. Ini sedang kita kaji, karena kami melihat ekosistem perfilman ini PFN kalau berdiri sendiri sulit. Kita gabungkan menjadi ekosistem di Telkom untuk produksi film yang nantinya ditayangkan di platform Telkom melalui Maxstream dan Indihome,” jelasnya.


.webp)












