BerandaBerita HumasBangka Barat jadi Kabupaten Pertama di Babel Terapkan Aplikasi Srikandi

Bangka Barat jadi Kabupaten Pertama di Babel Terapkan Aplikasi Srikandi

SuaraPemerintah.ID – Patut diberikan acungan dua jempol bagi Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya, daerah di bagian barat Pulau Bangka tersebut, kini menjadi Kabupaten Pertama yang telah menerapkan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Aplikasi Srikandi itu sendiri, dijelaskan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bangka Barat, Farouk Yohansyah, merupakan aplikasi e-office, yang memfasilitasi proses administrasi pemerintahan yang tidak dibatasi jarak dan waktu, sehingga lebih efektif dan efisien.

- Advertisement -

“Bangka Barat merupakan Kabupaten Pertama di Provinsi Babel yang menerapkan atau menggunakan aplikasi Srikandi, dalam tata kelola pemerintahan, terutama proses administrasi surat menyurat,” ujar Farouk, Jumat (8/7/2022).

Bupati Bangka Barat, dikatakan Farouk, telah melakukan soft launching aplikasi ini pada 16 Juni 2022 lalu, ditandai dengan penandatanganan surat secara elektronik saat Bupati Bangka Barat melaksanakan tugas kedinasan di Jakarta.

“Sebagai pilot project dimulai dari empat organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Diskominfo, BKPSDMD, serta Sekretariat Daerah Bangka Barat,” papar Kepala DPK Farouk Yohansyah.

DPK Bangka Barat dikatakan Farouk, telah memberitahukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan Pemerintah Kota/Kabupaten lain di Babel, bahwa Kabupaten Bangka Barat telah melaksanakan Aplikasi Srikandi dalam proses surat menyurat.

DPK dan Dinas Kominfo Bangka Barat menjadi team leader terkait aplikasi ini, terutama dalam hal supporting penerbitan tanda tangan elektronik.

“Walaupun sumber daya manusia yang kita punyai terbatas, bidang penyelenggaraan kearsipan DPK Bangka Barat tetap berusaha untuk menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis digital, dalam hal ini proses adminitrasi surat menyurat,” ungkap Kepala DPK Farouk.

Hanya saja, diakui Kepala DPK Bangka Barat Farouk Yohansyah, ada beberapa kendala yang masih dihadapi, diantaranya pada aplikasi awal masih banyak semacam “serangga”. Berikutnya, mengubah budaya kerja dan mindset dari konvesional elektronik. “Ini tidak mudah, butuh waktu,” tutup Farouk Yohansyah.(karlena yulia).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM