BerandaSerba-SerbiSudah Kelewat Batas, Tokoh NU Pertanyakan Nyali Polisi untuk Tangkap Permadi Arya

Sudah Kelewat Batas, Tokoh NU Pertanyakan Nyali Polisi untuk Tangkap Permadi Arya

SuaraPemerintah.ID – Tokoh Nahdatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau dikenal Gus Umar pertanyakan nyali pihak kepolisian untuk menangkap pegiat media sosial Heddy Setya Permadi a.k.a Permadi Arya yang lebih dikenal dengan nama Abu Janda. “Ayo pak polisi berani gak tangkap abu janda?,” tulis Gus Umar di Twitter, Kamis (7/07).

Bahkan Juru Bicara Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mengatakan perbuatan Permadi Arya kali ini sudah kelewat batas. Ia mempertanyakan kenapa Permadi Arya tidak pernah terkena sanksi hukum.

- Advertisement -

“Parah, dan ini sudah sangat berbahaya. Perbuatan apapun Abu Janda, kenapa tidak pernah kena hukuman?” cuit Mustofa dari twitter pribadinya, Kamis (7/07), dilansir dari fajar.co.id.

Di tempat berbeda, Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana menyindir, jika kubu oposisi yang melakukan aksi olok-olok seperti yang dilakukan Permadi Arya, pasti akan segera diminta untuk ditangkap. “Buat lucu-lucuan katanya. Coba kalau kubu oposisi postingan begituan, mereka rame-rame pasti minta tangkap,” ujar Panca.

Respons pun datang dari Akademisi Cross Culture, Ali Syarief yang cuitannya ditujukan kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, ia bersaksi bahwa Anies Baswedan lebih berharga ketimbang Permadi Arya. Anies, tulis Ali Syarief, pernah menjadi tim sukses Jokowi, bahkan pernah diamanahkan menjadi menteri.

“Presiden @jokowi, kami semua bersaksi, bahwa @aniesbaswedan lebih berharga disisi anda dp seorang Abu Janda. Pernah menjadi Tim sukses anda, jd Menteri anda, dan jadi Gubernur yg turut membawa nama baik anda dikancah Internasional. Skrg ia sedang difitnah!” cuit Alie Syarief, Kamis (7/07) dikutip dari fajar.co.id.

Sementara itu, pakar telematika, Roy Suryo merespons, apa yang diunggah Permadi Arya itu jelas-jelas merupakan editing yang kasar untuk pidato Gubernur DKI Jakarta saat launching Jakarta Careline. Apa yang diunggah Abu Janda itu adalah hoaks, ia menambahkan.

Sementara Permadi Arya membantah dirinya telah menyebarkan berita bohong atau hoaks karena mengunggah potongan video Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Diduga untuk lolos dari jeratan UU ITE atas aksinya menyebarkan sebuah video hasil editan yang mengaitkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), Permadi Arya dari awal sudah melakukan disclaimer bahwa video yang disebarkannya hanya parodi dan lucu-lucuan saja.

Padahal, aksi yang dinilainya lucu-lucuan ini dinilai sebagian netizen tidak lucu dan malah membuat resah. Permadi Arya dituding telah menyebarkan berita bohong Anies Baswedan melalui video editannya tersebut.

Permadi Arya mengatakan, bahwa video yang diunggahnya hanya sekadar untuk hiburan. Apalagi caption dalam video itu, kata dia, sudah ditambah dengan kata ‘parodi’. “Caption jelas ditulis parodi, humor plesetan. Buat lucu-lucuan,” kelit Permadi Arya, Kamis (7/07) seperti dilansir cnnindonesia.com.

Permadi Arya mengatakan, bahwa dirinya tidak ada niatan untuk menyebarkan berita bohong. Ia menyebutkan tujuan unggahan itu sudah jelas yakni untuk hiburan. “Bukan hoaks kalau sudah clear dijelaskan itu parodi,” dalihnya.

Dalam video yang diposting oleh aktivis media sosial ini, Permadi Arya tersebut dalam akun instagram @permadiaktivis2 itu diduga telah mengedit video Anies mengucapkan tentang ACT.

“Bahwa ACT menciptakan suatu sistem, dimana mereka yang kekurangan memberikan kepada mereka yang berpunya, mereka yang membutuhkan memberikan kepada mereka yang berlebih. Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik. Dan ini adalah salah satu contoh inovasi profit. Tapi Insya Allah this is always for benefit,” kata Anies dalam video pada Instagram Permadi Arya.

Pernyataan Gubernur Jakarta ini diduga sudah diedit terlebih dahulu dan diputarbalikkan faktanya yang kemudian di unggah oleh Permadi di akun instagramnya.

Anies melanjutkan, ia meminta ACT untuk melanjutkan inovasinya di bidang sosial not profit sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dan teruslah melakukan inovasi. Inovasi bukan hanya di kegiatan komersial for profit, inovasi juga dilakukan di kegiatan sosial not for profit” ujar Anies.

Untuk diketahui bahwa baru-baru ini lembaga ACT sedang menjadi buah bibir di mana-mana. ACT dituding menyelewengkan dana hasil donasi umat.

Seperti diketahui, Permadi Arya sudah beberapa kali dilaporkan atas aksinya menyebarkan informasi yang berujung meresahkan masyarakat. Dikutip dari cnnindonesia.com, tercatat hingga 2021, berdasarkan laporan polisi, Permadi Arya telah 5 kali berurusan dengan hukum namun kelimanya senyap, yakni:

  1. Pelaporan tentang bendera tauhid adalah bendera teroris bukan panji Nabi.
  2. Pelaporan tentang aksi bela tauhid adalah aksi politik terselubung.
  3. Pelaporan tentang teroris punya agama, agamanya Islam.
  4. Pelaporan tentang pencemaran nama baik ustaz Maheer At-thuwailibi.
  5. Pelaporan tentang kalimat narcis ke Natalius Pigai.

 

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM