Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Antipati dan Simpati Saat Komisi Anti Rasuah Panggil Anies (16)

SuaraPemerintah.ID – Para pendukung dan pembenci bertengkar keras dalam pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan lalu. Anies dipanggil ke kantor komisi anti rasuah untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus hukum proyek Formula E.

Pada peta percakapan yang dirilis Drone Emprit, jelas tergambarkan, klaster haters menggalang opini Anies berpeluang kesandung dugaan korupsi Formula E. Diolok-olok. Diasosiasikan bertanggung jawab atas dugaan korupsi di proyek balap mobil listrik tersebut. Dibingkai dalam upaya pembentukan persepsi: ia bukan figur bersih.

- Advertisement -

Sebaliknya, klaster simpatisan Anies berdiri di titik sebaliknya. Partisan berupaya membangun persepsi Anies tengah dizalimi kekuatan politik yang hendak menjegal pencapresannya. Pemanggilannya dikatakan bukan lagi urusan penegakan hukum, melainkan telah diselimuti keperluan sejumlah elit politik.

Grafis 1. Social Network Analysis Anies Baswedan. (Sumber: Drone Emprit)

Pendukung Anies, misalnya, menggelar narasi: “Viral! Usai Diperiksa KPK, Anies Malah Disambut Para Awak Media Bak Presiden Pemenang Pilpres.” Juga, cuitan yang berbunyi: “Ajang Formula E sukses besar diakui dunia, hadir bantu KPK justru patahkan isu murahan dugaan korupsi yang digoreng habis-habisan utk jegal Anies Anies terbukti bersih.”

- Advertisement -

Berlawanan dengan pendukung Anies, para pembenci berupaya keras menjungkalkan reputasi Gubernur Jakarta. Misalnya, dalam bentuk narasi: “Sepanjang @aniesbaswedan tak berani membuka dan menunjukkan bukti pembayaran/transfer Fee Formula E yg jumlahnya Ratusan Milyar Rupiah itu, maka saya menilai apapun yang dikatakan Anies dan para pendukungnya adalah OMONG KOSONG..! Masa @KPK_RI rela diomongkosongin?”

Baik penyokong yang mengalirkan simpati maupun pendengki yang menyodorkan antipati, keduanya sama-sama menjadi penopang popularitas Anies di media sosial. Sehingga tak mengherankan, mentions untuknya melonjak tinggi pada medio 7-8 September, saat terjadi pemeriksaan oleh komisi anti rasuah terhadap Anies.

Grafis 2. Tren Narasi Saat Anies Baswedan Diperiksa KPK. (Sumber: Drone Emprit)

Puncak percakapan berlangsung pada 8 September, pasca Anies keluar dari gedung KPK. Terdapat sedikitnya 34 ribu mentions terhadapnya. Dari total penyebutan itu, sentimen negatif mencapai 43 persen, tipis lebih dominan ketimbang sentimen positif sebesar 42 persen.

Statistik popularitas dan favorabilitas tersebut turut menggambarkan betapa Gubernur Anies mendapat atensi yang tinggi di semesta perbincangan media sosial. Dia punya basis loyalis yang kuat, sekaligus pembenci yang fanatik.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru