Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

KemenKopUKM dan Kementerian BUMN Sepakat Piloting Program Solusi Nelayan

SuaraPemerintah.ID – Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersinergi dalam pilot project Program Solusi Nelayan. Di mana program tersebut dalam rangka melancarkan rantai distribusi BBM kepada nelayan sehingga menjadi lebih tepat sasaran dan harga.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi solusi bagi nelayan, sehingga diharapkan akan memiliki dampak bagi kesejahteraan nelayan sendiri.

- Advertisement -

“Karena dengan Program Solusi Nelayan ini, solar untuk koperasi nelayan akan mampu memperbaiki akses nelayan untuk kemudahan mendapatkan solar. Sehingga nanti kenaikan solar tidak terlalu terdampak karena rantai pasoknya bisa diperbaiki. Mereka bisa langsung mendapatkan harga yang lebih murah,” jelas Teten dalam keterangan resminya, Senin (5/9).

Senada, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, sebelum resmi dirilis, pihaknya akan meluncurkan Program Solusi Nelayan dengan berkonsultasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

- Advertisement -

“Kalau nanti program ini berjalan dengan baik, baru kita kembangkan mulai Desember 2022 ke seluruh Indonesia. Kita coba bertahap untuk membantu nelayan yang hari ini kesulitan karena ada pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak). Kita buktikan bahwa pemerintah hadir memberikan solusi untuk nelayan,” jelasnya.

Tak hanya itu sambung Erick, melalui program ini, koperasi juga akan membantu modal kerja para anggotanya. Ditambah kontribusi Kementerian BUMN yang akan mendorong pembiayaan melalui koordinasi dengan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) maupun PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk membangun ekosistem yang lain.

“Ini supaya BRI juga bisa membantu para nelayan dengan kemudahan modal kerja. Nah ibu-ibu nelayan nanti bisa dikoordinasikan dengan program PNM Mekar,” kata Menteri BUMN Erick.

Tinggal nanti bagaimana lanjut Erick, akan coba didiskusikan lagi mengenai offtaker dari hasil nelayan tersebut. Apakah dari BUMN atau mengajak pihak swasta besar maupun UMKM, yang membutuhkan bahan baku hasil dari para nelayan ini.

Mengamini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengaku sangat menyambut baik program ini karena dinilai sangat membantu dan memudahkan bagi semua pihak. Terutama bagi Pertamina yang memiliki tugas menyalurkan BBM bersubsidi kepada pihak yang tepat sasaran.

“Dengan begitu, penyaluran BBM subsidi untuk nelayan melalui koperasi kepada anggotanya by name by address, dipastikan akan langsung dinikmati oleh para nelayan,” ujarnya.

Nicke menyebut, rencana piloting program tersebut akan dilakukan di tujuh lokasi yaitu di Lokna, Deli Serdang, Indramayu, Pekalongan, Semarang, Surabaya dan Lombok Timur.

“Jadi tujuh lokasi ini akan segera kita jalankan. Pertamina akan pastikan kuota untuk BBM bersubsidi bagi nelayan di tujuh daerah tersebut akan kita salurkan melalui koperasi, yang sudah ditetapkan nanti oleh pihak KemenKopUKM,” tegasnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru