Dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting di Kota Metro, Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung bersama TP-PKK Provinsi Lampung melakukan kegiatan Kunjungan Kerja Pada Desa / Kelurahan Model Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting sekaligus Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kota Metro, 13 Oktober 2022

Turut hadir dan memberi sambutan, Walikota Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menyampaikan bahwa berdasarkan Pendataan Keluarga 2021 Keluarga Berisiko Stunting pada Kelurahan Ganjar Agung terdapat 696 keluarga (74,4%) tidak berisiko berkisar 239, dimana berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN No. 12 tahun 2021 keluarga berisiko adalah keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko Stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja putri/calon pengantin/lbu Hamil/Anak usia 0 – 23 bulan/anak usia 24 – 59 bulan berasal dari keluarga miskin, pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan air minum tidak layak. Untuk jumlah balita stunting di Kota Metro pada Bulan Agustus 2021 berjumlah 579 orang, dengan rata-rata jumlah kasus stunting sebanyak 27 kasus. Per bulan Februari 2022 jumlah balita stunting di Kota Metro sebanyak 530 kasus dengan rata-rata jumlah kasus stunting sebanyak 24 kasus.
Lebih lanjut, Walikota berharap seluruh pihak terkait dapat membangun komitmen dan bersatu menyelaraskan program dalam rangka penurunan stunting secara terintegrasi di Metro. “Saya berharap semoga seluruh pihak terkait bekerjasama dalam meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik dapat tercapai sesuai dengan visi Kota Metro, yaitu terwujudnya Kota Metro berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK, Silfia Naharani menyampaikan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka percepatan penurunan angka prevalensi stunting di Kota Metro khususnya di Kelurahan Ganjar Agung, antara lain :
- Penyediaan data keluarga berisiko Stunting
- Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting
- Surveilans Keluarga Berisiko Stunting
- Audit kasus Stunting
- Pembentukan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Silfia juga menjelaskan, dalam menekan kasus stunting seluruh jajaran pihak-pihak terkait Kota Metro dan instansi vertikal telah melaksanakan komitmen bersama dalam mendorong percepatan penanganan stunting. “Semoga angka stunting di Kota Metro dapat terus berkurang,” ujarnya.
Sebagai informasi, acara tersebut dilanjutkan Penandatanganan PKS tentang Penguatan Kebijakan, Koordinasi, Dukungan dan Pendampingan Bagi Calon Pengantin, Ibu Hamil dan Ibu Pasca Salin oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka Pencegahan dan Penurunan Stunting dan Penyerahan bantuan, kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) kepada kader oleh Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) DPD Lampung.

Didampingi oleh Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Ni Gusti Putu Meiridha, SE, MM, Walikota Kota Metro beserta jajaran turut menyaksikan proses pengolahan menu DASHAT dan mencicipi menu olahan DASHAT.
Pada kesempatan itu juga tampak hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Metro, Jajaran Forkopimda Metro, Bappeda dan Dinas Kesehatan (Dinkes).






