BerandaBerita HumasPenelitian tentang Fenomena Korean Wave Atasi Perilaku Self-Harm, Raih Penghargaan Special Award...

Penelitian tentang Fenomena Korean Wave Atasi Perilaku Self-Harm, Raih Penghargaan Special Award BRI di Ajang LKIR

SuaraPemerintah-ID Penelitian dua siswi MAN 1 Yogyakarta yang diwakili oleh Saskia Aulia Ramadhani dan Aurellia Lysandra Meisya   berjudul “Pengaruh K-Pop Bagi Self-Harm Fighter Pada Usia Remaja Di Indonesia, meraih penghargaan Special Award BRI pada Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-54 Tahun 2022 di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan. Kegiatan LKIR ini diselenggarakan pada ajang Indonesia Research and Innovation Expo 2022, yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 27-30 Oktober 2022, di Gedung BRIN – ICC KST Soekarno Cibinong.

Self Harm, merupakan suatu tindakan atau dorongan untuk melukai diri, dan akan merugikan diri sendiri. Tindakan tersebut, biasanya terjadi di usia remaja atau beranjak dewasa. Orang yang melakukan, cenderung menutupi gerak laku tersebut. Dirinya enggan untuk bercerita kepada orang di sekitarnya, tentang masalah yang dihadapinya.

- Advertisement -

“Perilaku self-harm cukup berbahaya, baik dari segi fisik maupun mental. Menimbulkan rasa candu, sebagai obat penenang saat dilanda masalah. Perlu perhatian khusus dalam menangani hal ini, agar pelaku tidak menganggapnya sebagai kebiasaan normal. Self-harm dapat meningkatkan resiko untuk bunuh diri,” demikian menurut Saskia Aulia Ramadhani selaku ketua Tim Penelitian.

Self-harm, sebagai bentuk pengekspresian emosi negative, harus diganti dengan bentuk peluapan emosi lain yang tidak membahayakan diri. Mengisi waktu dengan kesibukan yang bermanfaat, menemui professional, atau orang yang dapat dipercaya untuk menceritakan masalahnya. Pelaku juga harus mengenali situasi yang memicunya, untuk melakukan self-harm agar kondisi tertentu dapat dihindari.

Selama dua dekade terakhir, fenomena Korean Wave atau Gelombang Korea, telah tersebar secara global di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Didukung oleh pesatnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang ada, South Korean Entertaiment mampu membawa produk-produk industri hiburan mereka ke kancah internasional. Korean Wave menyajikan hiburan yang didasarkan pada budaya, seni, dan adat istiadat Korea Selatan. Dikemas secara apik dalam bentuk musik (K-Pop), drama (K-drama), film (K-movie), variety/reality show (K-show), fashion (K-fashion) serta kecantikan (K-beauty).

Dapat disimpulkan, bahwa banyaknya kegiatan yang dapat dilakukan seorang K-Popers seperti menonton music video, variety show, dan konten K-Pop lainnya. Dapat mengalihkan diri, dari rasa ingin melakukan self-harm. “Mengakses hal-hal yang berbau K-Pop, memberikan rasa senang di hati penggemarnya. Suasana hati menjadi lebih baik, sehingga rasa sesak karena masalah yang dihadapi, dapat berangsur mereda. Keinginan melakukan self-harm pun, tidak akan muncul,” imbuh Saskia.

“Artis K-Pop yang digemari, kerap memberikan kata-kata yang mendorong responden untuk bangkit, dan melanjutkan hidup. K-Pop telah banyak merubah hidup, dan memberikan dukungan emosional bagi para responden,”pungkas Saskia.

Berdasarkan hasil uji dalam analisis regresi sederhana, dapat ditarik kesimpulan, bahwa jika tingkat kegemaran terhadap K-Pop rendah, maka intensitas self-harm akan meningkat. Jika tingkat kegemaran responden terhadap K-Pop tinggi, maka semakin tinggi pula keinginan self-harm dapat teralihkan. (mul/ed. ns)

mulyadi, S.Sos
mulyadi, S.Sos
Senang berorganisasi, olahraga, membaca, Travelling, Social network
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM