SuaraPemerintah.ID – Pj. Sekretaris Daerah, H. Riswandar, S.H., M.H., memimpin Rapat Pembahasan Indikator Makro Kemiskinan dan Pembinaan Statistik Sektoral Kab. Muara Enim tahun 2023 di Ruang Pangripta Nusantara, Senin (09/01).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Muara Enim, Edi Subeno, S.E., M.Si.,menjelaskan persentase penduduk miskin Kabupaten Muara Enim mengalami penurunan.
“Persentase penduduk miskin Kabupaten Muara Enim mengalami penurunan, yaitu dari 12,32 % di tahun 2021 menjadi 11,12 % diakhir tahun 2022 atau berada dibawah rata-rata persentase penduduk miskin Provinsi Sumsel, yaitu 11,9%’ Ujar Edi
Sementara itu, Pj. Sekda menjelaskan bahwa indikator kemiskinan pendataan BPS tersebut didasarkan pada konsep penghitungan kebutuhan dasar penduduk untuk memenuhi makanan dan komoditi non-makanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.
“Penurunan tersebut menunjukkan bahwa program yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam visi maupun misi yang dijabarkan melalui RPJMD telah berjalan pada arah yang benar.” Ujar Riswandar
“Jangan berpuas diri karena pengentasan kemiskinan harus terus dicapai seminimal mungkin atau setidaknya dibawah 1 digit, yaitu dibawah 10% pada 2024 sesuai target yang ditargetkan Gubernur Sumsel” tambah Riswandar.
Ditemui terpisah, Pj. Bupati Muara Enim, Kurniawan, AP., M.Si., menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin ini turun seiring dengan pertumbuhan ekonomi Kab. Muara Enim yang saat ini mencapai 5,75% atau tertinggi di Sumsel.
“Mayoritas penduduk yang bekerja di sektor pertanian dan perkebunan, maka harus terus didorong untuk selalu produktif sehingga tidak hanya meningkatkan perekonomian, melainkan juga menurunkan risiko rawan pangan.” Ujarnya
“Harapannya seluruh program pembangunan dapat menyentuh seluruh aspek dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.”pungkas Kurniawan






