spot_img

BERITA UNGGULAN

4 Tahun Absen, Bupati Sidoarjo Kembali Bawa Pulang Penghargaan Adipura 2023

SuaraPemerintah.ID – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menerima secara langsung penghargaan Adipura yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Jakarta, Selasa (28/2/23).

Nominasi penghargaan yang diterima Sidoarjo merupakan kategori kota Sedang. Salah satu poin utama alasan Sidoarjo meraih adipura karena dinilai fokus pada penanganan masalah sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai pengelolaan sampah yang ada di TPA (Tempat Pengelolaan Akhir) Jabon dianggap berhasil. Selain dikelola dengan optimal sesuai dengan kapasitas TPA dan sumber daya manusia yang ada, Pemkab Sidoarjo juga dianggap berhasil mengurangi pencemaran udara yang ditimbulkan dari bau sampah.

Indikator lainnya yakni keseriusan pemerintah daerah dalam menata kota dan melakukan penghijauan serta semangatnya dalam mempercantik kota.

Dalam kurun waktu 2021-2022 sejumlah sudut Kota Sidoarjo nampak mengalami perubahan. Mulai dari penataan taman, kemudian pemanfaatan ruang terbuka hijau serta peningkatan fasilitas umum yang itu semua oleh Pemkab Sidoarjo sedang dikerjakan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan bahwa keberhasilan meraih adipura merupakan hasil kerja keras dan kekompakan jajarannya. Khususnya para petugas kebersihan yang selama ini bekerja di balik layar.

Putra KH. Agoes Ali Masyhuri pengasuh Ponpes Progresif Bumi Sholawat Lebo itu mengapresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKH) dan OPD terkait yang turut mensuskseskan Sidoarjo mendapat adipura.

Dijadwalkan pada Selama malam nanti (28/2) petugas kebersihan akan diundang Bupati Sidoarjo untuk bersama-sama menggelar syukuran atas diraihnya adipura serta apresiasi kepada para petugas yang sudah menjaga kebersihan kota.

“Sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada ratusan petugas kebersihan nanti malam kita syukuran, makan bareng dengan petugas kebersihan di Pendopo,” ujar Bupati Sidoarjo.

Meski capaian ini dirasa penting sebagai bentuk penilaian kerja dari KLHK, Bupati Sidoarjo tidak lantas menjadikan penghargaan tersebut berpuas diri. Penghijauan dan penataan kota baginya tidak boleh berhenti karena Sidoarjo masih perlu sentuhan-sentuhan yang lebih lagi agar bisa betul-betul menjadi kota yang indah.

Untuk itu DLHK tahun ini diminta menyiapkan rancangan penataan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Alun-alun. Merevitalisasi alun-alun menjadi konsentrasi Gus Muhdlor mengingat kawasan itu merupakan wajah Kota Sidoarjo.

“Indikator keberhasilan kerja selain apresiasi dari pemerintah pusat, yang penting lagi adalah kepuasan warga Sidoarjo dengan keberadaan RTH-RTH yang ada. Oleh karenanya, tahun ini kita konsentrasi ke penataan Alun-alun sebagai satu-satunya lahan hijau paling luas di tengah kota harus mendapat sentuhan lagi, biar wajah Sidoarjo terlihat fresh (segar),” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru