Bersama Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan (FMPK Lampung), Penduk Lampung dan Founder UMKM Gendis Ayu Jahe mengadakan Diskusi Asik Pendidikan Kependudukan (DAKDIKDUK) sebagai salah satu implementasi dari Pendidikan Jalur informal di Kampung Keluarga Berkualitas Tiyuh Kartaraharja Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dalam kegiatan yang dihadiri Camat Tulang Bawang Udik Iwan Setiawan, Kepala Tiyuh Bandarudin, Dosen Pembina FMPK dan Dosen UIN Raden Intan Lampung Apun Syaripudin, Penyuluh KB, Para Kader serta KWT itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Pendidikan Kependudukan Perwakilan BKKBN Lampung, Susanto M.Pd menjelaskan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya intervensi pembangunan kependudukan di Kampung KB untuk membantu masyarakat dalam memecahkan masalah kependudukan, khususnya yang sedang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya menuju masyarakat yang bahagia sejahtera. Melalui pendekatan pendidikan kewirausahaan petani milenial dengan mengedukasi masyarakat yaitu penanaman, pemeliharaan, pengolahan, perijinan dan pemasaran serbuk jahe merah.

Menurutnya, UMKM Gendis Ayu Jahe yang telah menyabet berbagai penghargaan baik lokal maupun nasional ini, memberikan edukasi kependudukan berbasis lingkungan, tanaman lokal dan kewirausahaan dikemas dengan wisata edukasi kebun pertanian. Selaku Founder dan pengusaha muda, Ponco Erianto peraih penghargaan UMKM Terinovasi Bank Indonesia Lampung 2022 bersama Tim Kerja Penduk berkolaborasi untuk meningkatkan akses pengetahuan masyarakat dibidang ekonomi kreatif dan menempatkan UMKM Gendis Ayu Jahe sebuah brand lokal sekaligus sebagai Pojok Edukasi Kependudukan untuk Masyarakat (PESAT).
“Melalui PESAT di UMKM Gendis Ayu Jahe diharapkan mampu memberikan pembelajaran konkrit tentang lingkungan, budidaya tanaman pekarangan produktif sehingga menggerakan perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Susanto.

Lebih lanjut dikatakan, melalui gerakan cinta rempah, pemberdayaan masyarakat sekitar, dan membangun sebuah kemitraan dari hulu ke hilir usaha dengan stakeholder (Pemerintah, Swasta, Masyarakat), edukasi rempah sejak dini melalui kegiatan belajar di kebun, mengajak masyarakat lebih kreatif dan menggerakan ekonomi disekitar dengan pasar kreatif kebunnya, menginisiasi juga sebuah program one village one produk permen jahe dalam daerahnya yg disupport aparatur setempat, TP Komunitas Asosiasi UMKM TUBABA.
“Kolaborasi antara Founder UMKM Gendis Ayu Jahe dan Penduk Lampung implementasi Pojok Edukasi Kependudukan untuk Masyarakat (PESAT) ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Tubaba,” pungkasnya






