Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung diundang menjadi narasumber dalam Talk Show Sudut Pandang TVRI Lampung dengan Tema “Cegah Stunting Dengan Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL).” di Studio TVRI Stasiun Lampung, pada Rabu, 05 April 2023
Acara tersebut disiarkan langsung di TVRI Stasiun Lampung dan dipandu oleh Host Anggie Rachmat dengan menghadirkan narasumber Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati, M.H. dan Duta Genre Provinsi Lampung, Muhammad Riyan Hidayat.
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan menjelaskan tentang upaya preventif pencegahan stunting dari hulu yang gencar dikampanyekan oleh BKKBN melalui Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (ELSIMIL). ia menjelaskan bahwa ELSIMIL berfungsi untuk memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil, sehingga diharapkan akan melahirkan generasi yang berkualitas dan tidak stunting.
“ELSIMIlL merupakan suatu terobosan inovatif dari BKKBN berupa aplikasi yang berfungsi sebagai screening dan pendampingan dalam rangka pencegahan stunting dengan berbagai sasaran yaitu calon pengantin/ calon PUS, ibu hamil, ibu pasca salin, dan balita.”, jelas Kepala Perwakilan.
Ditanya mengenai kelebihan ELSIMIL, dr. Nurizky menyebut, selain screening resiko stunting bagi calon pengantin, terdapat pula materi edukasi mengenai Kesiapan Pra Nikah, Kesiapan Kehamilan, Kesiapan Reproduksi, Info Kontrasepsi dan Pencegahan Kanker. kemudian, untuk konsultasi secara langsung, tersedia juga fitur tanya jawab dengan Tim Oendamping Keluarga (TPK) untuk mendapatkan pendampingan secara intensif.
“Harapan kami, semoga ELSIMIL dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya calon pengantin sebagai alat bantu dalam mewujudkan keluarga berkualitas, lebih jauh, keluarga Indonesia dapat bebas dari resiko stunting, dan Indonesia siap menyongsong Indonesia Emas 2045.” tutup Kepala Perwakilan.
Sementara itu, Rian, Duta GenRe Provinsi Lampung menambahkan bahwa Duta GenRe turut berperan dalam sosialisasi ELSIMIL khususnya menyasar kepada remaja (10-24 tahun) di sekolah, perguruan tinggi, komunitas ataupun organisasi remaja baik secara tatap muka, maupun secara online melalui konten edukasi di media sosial.






