Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Bersama Universitas Malahayati Bandar Lampung menggelar kegiatan kuliah umum Diskusi Asik Pendidikan Kependudukan (DAKDIKDUK) dengan tema “Mahasiswa Penting dalam Penanganan Stunting” bertempat di Graha Bintang Universitas Malahayati Bandarlampung, Selasa 20 Juni 2023.
Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI Prof. drh. M. Rizal M. Damanik, M.Rep. Sc. Ph.D, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dr. Nurizky Permanajati, MH., Rektor Universitas Malahayati Dr. dr. Achmad Farich, MM. Kepala LPPM Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D. Kepala LPMI Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns. M.Kes. beserta Para wakil rektor, dekan, Kaprodi, dan Para Ketua Tim Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung.
Membacakan Sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati, M.H. Ketua Tim Kerja Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas Dra. Sri Rejeki WH.,M.IP. menjelaskan bahwa, Program Mahasiswa Peduli Stunting (Penting) adalah program inovasi kemahasiswaan untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui mekanisme pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.
Kemudian, beliau menambahkan program Mahasiswa Penting bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting, untuk itu, diharapkan nantinya para mahasiswa dapat melakukan pendampingan secara langsung maupun berkolaborasi dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“KKN Tematik Stunting merupakan wujud pembelajaran mahasiswa dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan Program Percepatan Penurunan Stunting.” Jelas Katim.
Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dr. dr. Achmad Farich, MM. dalam sambutannya sekaligus membawakan materi menyampaikan mengenai pentingnya peran mahasiswa dalam penanganan stunting, terutama melalui program Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL PPM).
Rektor mengungkapkan bahwa tahun ini, 478 mahasiswa Universitas Malahayati akan diterjunkan ke Kabupaten Tanggamus untuk membantu pemerintah dalam program penanganan percepatan penurunan stunting.
Kemudian beliau memaparkan langkah-langkah yang telah diambil Universitas Malahayati dalam mendukung program-program penanganan stunting sejak tahun 2022 dan mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting.
“Dalam upaya percepatan penurunan stunting, UNMAL tahun lalu telah ambil bagian melalui kegiatan Analisis Situasi bersama Forum Rektor Indonesia, Kerjasama Penelitian dan KKN PPL di 10 Kelurahan lokus sasaran di Kota Bandar Lampung” jelas Rektor.
Lebih lanjut, Rektor berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya peran mereka dalam penanganan stunting dalam program mahasiswa penting (peduli stunting).
“Selamat mengikuti acara diskusi dan sosialisasi hari ini, semoga membawa manfaat bagi kita semua. Saya berharap mahasiswa Universitas Malahayati dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanganan stunting di Lampung,” kata Rektor.
Kemudian, Sebagai keynote speaker, Prof. drh. M. Rizal M. Damanik, M.Rep. Sc. Ph.D, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN RI, menyampaikan materi tentang pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia dimana target PPS adalah 14 persen pada Tahun 2024.
Deputi juga mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bentuk kemitraan pentahelix (Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi (PT), Masyarakat dan Media) dan peran BKKBN sebagai koordinator pelaksana percepatan penurunan prevalensi stunting sebagaimana tertuang dalam Perpres No.72 Tahun 2021 khususnya terkait pemberdayaan masyarakat. Beliau menyebut, hal tersebut sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat ditambah lagi Peran PT dalam TPPS adalah Koordinator bidang monitoring dan Data, di Provinsi dan Kab/kota
“Pencapaian target ini bukanlah sesuatu yang mudah, maka perlu keterlibatan banyak pihak, termasuk kampus diharapkan ikut berperan dalam penurunan angka stunting,” ungkap Deputi.
Kemudian Deputi berpesan kepada mahasiswa agar dalam pelaksanaan KKL PPM di Tanggamus nanti, para mahasiswa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu stunting, bagaimana proses dan cara mencegah stunting khususnya kepada Calon Pengantin (Catin).
Diketahui, nantinya sebanyak 478 mahasiswa akan melalakukan Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL PPM) di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.






