Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

ASOD Ke-44, BNN RI Bahas Prefesionalisasi-Standardisasi Rehabilitasi

SuaraPemerintah.ID – Jelang pertemuan ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD) ke-44, negara-negara anggota melangsungkan working group discussion yang salah satunya membahas mengenai rehabilitasi, Rabu (5/7).

Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D. hadir sebagai panelis mewakili Indonesia.

- Advertisement -

Dalam working group discussion tersebut Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D. memaparkan mengenai profesionalisasi dan standardisasi layanan rehabilitasi di Indonesia yang saat ini sedang digencarkan oleh BNN RI.

“Pada tahun 2023 ini BNN menargetkan setidaknya 400 konselor sudah tersertifikasi sehingga kualitas layanan rehabilitasi dapat dilakukan secara optimal.” paparnya.

- Advertisement -

Selain hal tersebut, pada pertemuan working group discussion Deputi Rehabilitasi BNN RI juga membahas mengenai pendekatan intervensi berbasis masyarakat (IBM).

“Kolaborasi dengan membangun kapasitas komunitas sebagai agen pemulihan merupakan salah satu kunci dalam program rehabilitasi.” menurut Riza

Sebelumnya, Pertemuan tahunan ASEAN Senior Official Meeting on Drug Matters (ASOD) ke-44 tahun ini telah dimulai. Working group dari masing-masing bidang yaitu Preventive Education, Alternative Development, Research, Law Enforcement dan Rehabilitation Working Group mengawali pertemuan yang digelar secara virtual ini.

Pada preventive education working group untuk kedua kalinya Indonesia kembali menjadi Chairman yang diwakili oleh Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol. Drs. Richard M. Nainggolan, SH., MM., MBA.

Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh negara anggota ASEAN tersebut memaparkan sejumlah program yang telah diselenggarakan oleh masing-masing negara dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkotika.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut memaparkan empat strategi BNN dalam menangani permasalahan narkotika, yaitu soft power approach, hard power approach, smart power approach dan cooperation.

Lebih lanjut dalam working group bidang preventive education Indonesia melalui BNN RI menjelaskan sejumlah program andalan yang dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pencegahan seperti Drugs Free Villages (Desa Bersinar), Family Based Prevention (Pencegahan Berbasis Keluarga), Community Based Prevention (Pencegahan Berbasis Masyarakat/Remaja Teman Sebaya) dan Education Based Prevention (Pencegahan Berbasis Pendidikan).

Usai pemaparan dari masing-masing negara, seluruh negara yang hadir pada pertemuan tersebut sepakat untuk mengadopsi 9 rekomendasi yang disampaikan oleh Deputi Pencegahan BNN RI selaku chairman dan Term of Reference on ASEAN Senior Officials on Drug Matters Working Group on Preventive Education.

Sembilan rekomendasi tersebut nantinya akan acuan dalam pelaksanaan working group di tahun tahun mendatang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru