SuaraPemerintah.ID – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM), Teten Masduki, ikut buka suara menanggapi isu yang viral di media sosial tentang pembatasan jam operasional warung Madura di Klungkung, Bali yang tidak diperbolehkan buka selama 24 jam.
Teten menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi warung Madura dan toko kelontong untuk buka 24 jam. “Tidak ada kebijakan Kemenkop untuk membatasi warung atau toko kelontong milik masyarakat,” ucap Teten di Kantor Kemenkop UKM, Rasuna Said, Jakarta Selatan yang dilansir dari detik.com, Selasa (30/4/2024).
Teten menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan yang disebut-sebut mengatur mengenai pembatasan jam operasional warung Madura.
Namun, setelah melakukan pengecekan, Teten menemukan bahwa Perda tersebut justru mengatur jam operasional retail modern, bukan warung Madura dan warung milik rakyat.
“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Perda Klungkung no 13 tahun 2018 juga tidak ada aturan yang membatasi jam operasional warung kelontong milik masyarakat. Justru Perda tersebut malah mengatur jam operasional ritel modern,” jelas Teten.
“Kita udah cek Perda, tidak ada. Jadi sebenarnya warung-warung rakyat termasuk warung Madura aman. Tidak ada aturan yang membatasi jam operasinya,” tegas Teten.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah mengevaluasi pernyataan pejabat Kemenkop UKM terkait isu tersebut. Menurutnya, pernyataan itu keliru dan tidak boleh terulang kembali. Sebab, Kemenkop UKM disebut Teten harus berpihak bagi pelaku usaha kecil.
Namun di sisi lain, ia menjelaskan bahwa isu tersebut juga menjadi momentum Kemenkop UKM untuk mengevaluasi Perda di berbagai daerah. Menurutnya, semua Perda di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, harus berpihak kepada UMKM khususnya warung kelontong dan warung milik rakyat.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)












