SuaraPemerintah.ID – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, menyoroti perlunya pembangunan yang berkelanjutan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dalam Jakarta Futures Forum di JW Marriot Jakarta pada Jumat (3-5-2024), ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.
“Dengan sumber daya alam yang melimpah, bentang alam yang luas, jumlah penduduk yang besar, dan lokasi yang strategis, Indonesia memiliki potensi untuk mencapai peringkat tersebut pada tahun 2024. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan sumber daya ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Menurut Luhut, terdapat lima aspek kunci yang harus diperhatikan untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, di antaranya adalah menjadi salah satu dari lima negara dengan ekonomi terbesar di dunia, mengurangi tingkat kemiskinan menjadi 0,5 – 0,8%, mencapai peringkat 15 besar dalam indeks kekuatan global, meningkatkan indeks sumber daya manusia menjadi 0,73, dan mengurangi intensitas gas rumah kaca hingga 93,5%.
Meskipun menghadapi tantangan global, Menko Luhut memastikan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. “Meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan seperti mata uang negara lainnya, hal ini masih terkendali dengan inflasi yang rendah. Saya percaya bahwa Indonesia masih dalam posisi yang lebih baik daripada negara lain,” katanya.
Luhut juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem, termasuk melalui hilirisasi produk nikel dan rumput laut. Rumput laut, sebagai komoditas unggulan Indonesia, memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi, kesejahteraan masyarakat pesisir, dan pelestarian lingkungan. Dalam upaya ini, harga rumput laut telah mencapai 1.000 – 2.000 USD per ton.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat pengembangan industri laut melalui berbagai kemitraan. Salah satunya adalah proyek pilot rumput laut yang dilakukan di Teluk Ekas oleh Kemenko Marves bersama BRIN, KKP, Sea6, Prospera, MTCRC, Konservasi Indonesia, dan Universitas Mataram.
Di samping upaya dalam sektor kelautan, Indonesia juga secara aktif meningkatkan konektivitas darat, udara, dan laut. Dalam sembilan tahun terakhir, pembangunan jalan tol seperti Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Trans Sumatra telah dipercepat. Menurut Luhut, Indonesia memiliki rencana untuk membangun jaringan jalan tol sepanjang 18.000 km yang menghubungkan berbagai kota pada tahun 2050.
Pemerintah juga tengah mengembangkan Government Technology (GovTech) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Program ini akan mengintegrasikan layanan pemerintah dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta administrasi kependudukan seperti SIM dan KTP.
“Pada akhir tahun ini, kami akan meluncurkan GovTech. Semua aplikasi yang ada akan digabungkan menjadi satu. Selain itu, kami juga akan memiliki digital ID tunggal untuk meningkatkan efisiensi,” tandasnya.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News





