SuaraPemerintah.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta yang ke-497, Prof. Dr. dr. Yeva Rosana, MS, SpMK(K), Ketua PERMI Jakarta, memberikan kado istimewa berupa kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi tentang penggunaan air bersih di Kelurahan Rawamangun.
Pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari penelitian Dalia Sukmawati pada tahun 2018. Prof. Yeva Rosana menjelaskan, “Kami terinspirasi dari penelitian bu Dalia Sukmawati pada tahun 2018 dan mencoba melakukan perbandingan di tahun 2024 ini. Kami melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan penggunaan air bersih di Rawamangun. Harapannya, kegiatan ini berlanjut dengan dukungan dari PERMI Jakarta yang hadir hari ini, sehingga manfaatnya semakin terasa bagi masyarakat.”
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI) Cabang Jakarta yang melibatkan beberapa universitas seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Indonesia (UI), Universitas Trisakti (Usakti), dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Bertajuk “Pemahaman dan Pengujian Kualitas Air di Daerah Rawamangun: Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penggunaan Air Bersih,” kegiatan ini juga didukung oleh PAM Jaya, Eco-Sains, dan Indonesian Hydration Working Group (IHWG).
Acara yang berlangsung pada Sabtu, 22 Juni 2024, di Ruang Sidang lantai 6 FMIPA UNJ, menampilkan beberapa agenda penting. Di antaranya, pemaparan hasil pemeriksaan air di Rawamangun (2018 vs 2024) oleh Dr. Dalia Sukmawati, M.Si., penjelasan Peraturan KemenKes RI tentang Persyaratan Air Bersih oleh Dr. Conny Riana Tjampakasari, diskusi tentang mikrobiologi air oleh Drs. Iman Santoso, M.Phil., dan presentasi dari PAM Jaya. Kegiatan ini juga mencakup diskusi dan presentasi kelompok yang melibatkan warga Rawamangun.
Dr. Dra. Conny Riana Tjampakasari, MS, DMM, Ketua panitia pengabdian masyarakat, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pengabdian masyarakat pertama yang dilakukan oleh PERMI Jakarta di tahun 2024, sekaligus merayakan Ulang Tahun Jakarta yang ke-497.
“Tujuan kami adalah melihat kualitas air, mengetahui tingkat pencemaran bakteri, risiko kesehatan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan air,” ujar Dr. Conny Riana.
Yusuf Efendi, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Rawamangun, mengapresiasi inisiatif UNJ dan kolaborasi dengan universitas lain. “Tanpa inisiasi ini, mungkin warga kami tidak akan mengetahui dampak penggunaan air tanah secara terus-menerus. Kami berterima kasih kepada PERMI Jakarta yang sudah mengedukasi warga kami,” katanya.
Dekan FMIPA UNJ, Prof. Muktiningsih Nurjayadi, menyatakan kebanggaannya menjadi tuan rumah kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan diperlukan oleh masyarakat. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif,” ujarnya.
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan FKUI, menyoroti pentingnya edukasi tentang air bersih di kota besar seperti Jakarta. “Sosialisasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan hasil penelitian dapat menjadi kebijakan untuk kepala daerah terkait masalah air bersih,” ucapnya.
Dekan FK Trisakti, Dr. dr. Yenny, Sp.FK, menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu tugas perguruan tinggi selain pendidikan dan penelitian. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menurunkan angka penyakit yang diakibatkan kualitas air yang buruk dan menjadi dasar kebijakan ke depan,” jelasnya.
Dekan FKK UMJ, Dr. dr. Tri Ariguntar Wikaningtyas, Sp, mengapresiasi kolaborasi ini. “Pengabdian masyarakat adalah tugas dosen, dan kita merasakan manfaat besar dari kegiatan ini. Semoga dapat meningkatkan pengetahuan tentang air bersih,” tutupnya.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)


















