Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., serta Duta Besar Belgia untuk Indonesia, H. E. Frank Felix, yang bertindak sebagai pembicara utama.
- Advertisement -
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan menyoroti pentingnya 75 tahun hubungan diplomatik antara Belgia dan Indonesia. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa USU untuk belajar dari narasumber yang ahli, guna menambah pengetahuan dan pengalaman mereka.
“Acara ini adalah kesempatan langka dan berharga, khususnya bagi mahasiswa USU yang hadir di sini untuk menimba ilmu dan wawasan dari narasumber. Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan.
- Advertisement -
Prof. Dr. Poppy juga menjelaskan bahwa tujuan kuliah umum ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai Belgia dan budayanya, serta menjawab pertanyaan mahasiswa terkait peluang pendidikan di negara tersebut.
“Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai Belgia dan budayanya, serta menjawab pertanyaan mahasiswa tentang peluang pendidikan dan beasiswa di sana,” tambahnya.
Sebagai pembicara utama, H. E. Frank Felix membahas materi yang menjelaskan tentang Eropa dan berbagi pandangannya mengenai bagaimana isu-isu saat ini mempengaruhi dunia.
“Saya ingin menjelaskan sedikit tentang Eropa. Banyak yang melihat kami sebagai entitas besar yang tidak selalu memiliki visi yang jelas. Saya ingin mengubah persepsi tersebut. Saya ingin berbagi pandangan ini dengan mahasiswa, untuk menunjukkan bagaimana isu-isu hari ini mempengaruhi dunia,” ungkap H. E. Frank Felix.
Lebih lanjut, H. E. Frank Felix berharap setelah acara ini, akan ada pemahaman yang lebih baik. Beliau melihat ini sebagai kesempatan untuk berbagi pemikiran dan ide dengan mahasiswa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kerja sama di masa depan.
“Saya berharap ada pemahaman yang lebih baik setelah acara ini. Ini adalah cara untuk berbagi pemikiran dan ide dengan para mahasiswa, yang merupakan pemimpin masa depan. Saya berharap dapat menanamkan sedikit benih yang dapat membantu mereka lebih memahami,” pungkas H. E. Frank Felix.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News