SuaraPemerintah.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten telah merencanakan relokasi bagi pedagang kaki lima (PKL) yang terkena dampak pembangunan Jalan Rowo Jombor. Namun, jumlah PKL yang terdata mengalami peningkatan sejak pendataan pertama dilakukan.
Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan bahwa pelebaran Jalan Rowo Jombor dan pembangunan jogging track di kawasan obyek wisata Rowo Jombor menyebabkan para PKL yang berjualan di zona terlarang terdampak proyek tersebut.
Pemkab Klaten telah menyiapkan relokasi untuk PKL terdampak. Sebelumnya, tercatat sebanyak 133 PKL yang akan direlokasi ke kawasan kuliner yang terletak di sebelah barat Rowo Jombor.
“PKL ini memang kita relokasi dari dulu yang ada di pinggiran Rowo Jombor, karena nanti jogging track-nya akan dibangun,” ujar Sri Mulyani kepada wartawan di Pendapa Setda Klaten, Senin (24/6/2024).
“Mereka sudah kita siapkan relokasi di aset milik Pemkab. Sudah kita bangunkan, nanti tinggal kita pindah saja,” tambahnya.
Namun, jumlah PKL di Rowo Jombor kini meningkat hingga mencapai 243. Sri Mulyani menyatakan bahwa Pemkab akan memprioritaskan relokasi bagi 133 PKL yang sebelumnya telah terdata oleh Satpol PP.
“Apa yang dulu sudah kita data, sudah kita bangun (kawasan kuliner), ya akan kita relokasi. Yang lainnya nanti sambil jalan,” jelasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono, juga mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah PKL di Rowo Jombor.
“Kemarin sebenarnya sudah kita hitung berapa PKL terdampak. Informasinya ada penambahan. Prinsipnya begini, semua kita carikan solusi sebisa kita,” kata Jajang kepada detikJateng.
Ke depannya, Pemkab Klaten akan melakukan assessment untuk menganalisis berapa banyak PKL yang dapat direlokasi ke kawasan kuliner yang telah disiapkan. Ia berharap jumlah PKL tidak terus bertambah menjelang relokasi ini.
“Harapan saya angka itu tidak bertambah-tambah karena memanfaatkan momen begini. Jadi nanti akan di-assessment lagi, di angka berapa kita bisa memfasilitasi,” harapnya.
“Dulu di awal itu ada 133, kemarin terakhir informasi menjadi 234. Naik 100 lebih ini, mendadak,” tambahnya.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News






