Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kejar Swasembada Gula di Merauke, Menteri Investasi Tegaskan Pengusaha Lokal Tetap Harus Dilibatkan

SuaraPemerintah.IDPresiden Republik Indonesia, Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, melakukan penanaman tebu perdana sebagai bagian dari proyek hilirisasi perkebunan tebu, pabrik gula, dan bioetanol di Kampung Sermayam Indah, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan pada Selasa sore (23/7). Setelah menghadiri acara puncak Hari Anak Nasional di Kota Jayapura pada pagi hari yang sama, Presiden beserta rombongan tiba di bandara Mopah, Kabupaten Merauke.

Proyek swasembada gula ini adalah salah satu inisiatif strategis pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produksi energi terbarukan. Pengembangan Klaster 3 untuk lahan perkebunan tebu terintegrasi PSN dilakukan oleh 9 badan usaha di lahan seluas 633.763 hektare (ha).

- Advertisement -

“Semua ini sudah secara saintifik dijalani. Jika melihat lapangan datar dan air yang melimpah, saya kira ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan di Merauke dan sekitarnya. Baik itu padi, jagung, maupun tebu. Tebu dan jagung nanti bisa digunakan untuk gula pasir maupun bioetanol,” ujar Presiden Jokowi dengan optimis.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Satgas (Satuan Tugas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, menyatakan bahwa kunjungan Presiden Jokowi menunjukkan perhatian serius pemerintah agar program ketahanan pangan dan energi di tanah air terus berjalan.

- Advertisement -

“Target pemerintah pada tahun 2027 adalah agar produksi gula bisa mencapai 3 juta ton per tahun. Artinya, Indonesia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan melakukan swasembada gula, tidak lagi bergantung pada negara lain,” kata Bahlil.

Bahlil juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sehingga proyek ini bisa cepat direalisasikan. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah lokal dalam mendorong keterlibatan pengusaha lokal dan masyarakat sekitar agar mereka bisa merasakan manfaat peningkatan ekonomi di daerah.

“Saya gembira melihat perkembangan proyek saat ini. Tentunya, ini tidak terlepas dari dukungan Bapak Pj. Gubernur (Provinsi Papua Selatan) dan Bapak Bupati. Kami juga menitipkan agar rakyat sekitar dan pengusaha lokal dilibatkan dalam proyek ini. Harus ada simbiosis mutualisme antara plasma dan inti. Itu yang penting!” tambah Bahlil.

Adapun progres lapangan dalam penyiapan perkebunan tebu terintegrasi Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Klaster 3 mencakup 600 ha lahan siap tanam, 1.500 ha proses land clearing, serta pembangunan infrastruktur jalan dan mekanisasi. PT Global Papua Abadi, salah satu badan usaha di kawasan tersebut, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan Sugar Research Australia (SRA) dalam penyediaan bibit unggul dari dalam negeri. Total rencana investasi perkebunan tebu terintegrasi PSN pada Klaster 3 di Merauke, Papua Selatan, sebesar USD5,62 miliar (Rp83,27 triliun).

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru