Sebanyak 51 peserta disabilitas mengikuti ujian tulis dan wawancara untuk semua program studi jenjang S1 dan Sarjana Terapan. Seleksi ini dilaksanakan di Gedung Dewi Sartika Lantai 5 dan 9, Kampus A, UNJ.
- Advertisement -
Devi Septiandini, M.Pd, Kepala Divisi Sosialisasi, Promosi, dan Kesekretariatan kantor admisi UNJ, menjelaskan bahwa Penmaba Mandiri Jalur Disabilitas terbagi menjadi dua tahap seleksi, yaitu ujian tulis dan wawancara. Ujian tulis ini tidak berbeda dengan ujian tulis reguler, namun peserta disabilitas didampingi oleh relawan yang membantu kelancaran ujian dan komunikasi dengan pengawas.
Yang membedakan jalur ini adalah adanya sesi wawancara setelah ujian tulis. Pewawancara dalam seleksi ini terdiri dari Pewawancara Psikologi, Pewawancara dari Prodi Pendidikan Khusus, serta dua Korprodi atau perwakilan dari prodi pilihan peserta. Selama seleksi, peserta disabilitas mendapatkan pendampingan untuk memudahkan proses ujian.
- Advertisement -
Devi Septiandini menambahkan bahwa penerimaan mahasiswa baru jalur disabilitas secara khusus baru dibuka pada tahun 2024. Sebelumnya, peserta disabilitas bisa mendaftar namun masih tergabung dalam pelaksanaan ujian tulis reguler.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Eng. Agung Premono, Kepala Kantor Admisi UNJ, menyatakan bahwa UNJ berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan aksesibel bagi semua mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. “Dengan adanya jalur ini, kami ingin menunjukkan komitmen UNJ dalam mewujudkan inklusivitas di kampus. Kami berusaha memberikan kesempatan yang setara bagi mahasiswa dengan disabilitas untuk mengejar pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi penuh mereka,” ujar Dr. Eng. Agung Premono.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News