SuaraPemerintah.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menilai program pompanisasi yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Jabar, Dadan Hidayat, setelah mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
“Kami sangat bersyukur karena program pompanisasi ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan pemanfaatan lahan, yang pada akhirnya meningkatkan produksi. Kami berharap hal ini juga akan meningkatkan kesejahteraan para petani. Sebelumnya, mereka yang tidak memiliki penghasilan kini mulai merasakannya,” ujar Dadan pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Dadan menjelaskan bahwa Jawa Barat telah menerima bantuan pompa sebanyak 7.334 unit. Namun, ia menambahkan bahwa masih ada peluang untuk penambahan unit pompa jika masyarakat dan petani masih membutuhkan.
“Terutama mengingat potensi lahan tadah hujan yang ada. Jadi, jika ada usulan tambahan, kami siap untuk mengalokasikan hingga 10.000 pompa. Saat ini, dari usulan yang sudah diverifikasi, terdapat 2.568 pompa yang telah dialokasikan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI dalam menjalankan program pompanisasi. Program ini bertujuan untuk mempercepat proses pertanaman dalam menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.
Khusus untuk irigasi perpompaan, program ini dilaksanakan secara swakelola dengan menggunakan pola padat karya, yang melibatkan partisipasi aktif anggota kelompok tani penerima bantuan dalam setiap tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan.
Dadan juga menyebut bahwa Jawa Barat telah menargetkan penambahan areal tanam baru seluas 111.850 hektar, yang terdiri dari lahan sawah tadah hujan seluas 114.178 hektar dan padi gogo seluas 3.762 hektar.
“Saya optimis karena saat ini pencapaian sudah di atas 85 persen, insya Allah sisanya bisa kita penuhi,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meninjau langsung pompa yang terpasang di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, dan di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay.
Wamentan Sudaryono mengungkapkan rasa puas dan optimisme atas pelaksanaan program pompanisasi di Jawa Barat, yang menurutnya berjalan sesuai target yang telah ditentukan.
“Saya melihat sendiri bahwa pompa-pompa ini berfungsi dengan baik. Bahkan masyarakat secara swadaya melakukan iuran untuk memasang pipa sepanjang 2 kilometer. Kami sangat terharu melihat bahwa program ini benar-benar tepat sasaran, dimanfaatkan oleh petani, dan sangat membantu mereka di lapangan,” jelas Sudaryono.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)













