Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Jokowi Desak PBB Respon Cepat atas Serangan Israel ke Lebanon

SuaraPemerintah.ID – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas mengutuk serangan Israel ke Lebanon yang telah menyebabkan lebih dari 500 korban jiwa. Dalam pernyataannya pada Rabu (25/9), Presiden Jokowi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta negara-negara lain untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan kekerasan tersebut.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon,” ucap Presiden memberikan keterangan pers di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu, sebagaimana rekaman suara yang diterima di Jakarta.

- Advertisement -

Presiden Jokowi menekankan pentingnya respons cepat dari PBB untuk menghindari bertambahnya jumlah korban akibat serangan yang terus berlanjut. “Kita mengajak semua negara dan juga PBB untuk memberikan respons yang cepat agar tidak semakin banyak korban lagi yang terjadi atas serangan-serangan Israel,” ucap Presiden.

Baca juga : Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Lebanon, Iran, Israel, dan Palestina

Selain itu, Presiden juga telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, terkait rencana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon.

- Advertisement -

“Saya sudah telepon Bu Menlu, itu juga dalam proses,” kata Jokowi, memastikan keselamatan WNI di tengah situasi yang semakin memburuk.

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi juga menyuarakan kecaman keras terhadap serangan udara Israel, yang berlangsung sejak Senin (23/9) dan berlanjut hingga Selasa (24/9). Dalam pernyataannya di sela-sela Sidang Umum PBB ke-79 di New York, Menlu Retno menyoroti dampak besar serangan ini terhadap ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.

“Kita melihat situasi ini dan kita mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon yang mengakibatkan korban ratusan nyawa warga sipil, termasuk anak-anak,” kata Retno.

Baca juga : Indonesia Kecam Keras Serangan Udara Israel ke Lebanon

Dalam laporan pemerintah Lebanon, dikutip dari Reuters, hingga Selasa, angka kematian korban mencapai 558 orang dengan seribu lebih orang mengalami luka-luka.

Serangan ini, menurut Retno, menambah ketegangan di tengah situasi di Timur Tengah yang menghadapi krisis kemanusiaan.

“Terutama karena atrocities, kekejaman yang terus dilakukan oleh Israel kepada bangsa Palestina. Kekerasan serta agresi seperti ini tidak boleh menjadi sebuah new normal,” kata Menlu menegaskan.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru