Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Terungkap, Empat Tantangan Sektor Hilirisasi Indonesia

SuaraPemerintah.ID – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan empat tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan sektor hilirisasi. Tantangan tersebut meliputi pengembangan sumber daya manusia (SDM), perluasan kerja sama internasional, penerapan insentif, dan tekanan eksternal.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 16.000 tenaga kerja kompeten setiap tahun untuk memaksimalkan nilai tambah dari hilirisasi dan sektor manufaktur.

- Advertisement -

“Setiap tahunnya dibutuhkan sekitar 16 ribu tenaga kerja kompeten untuk sektor manufaktur, termasuk proses hilirisasi,” ujar dia.

Selain itu, Riyatno menekankan pentingnya perluasan kerja sama internasional. Mengingat sifat politik global yang dinamis, ekspansi kolaborasi dapat meningkatkan potensi pasar ekspor produk hilirisasi Indonesia dan menarik investasi asing.

- Advertisement -

“Saat ini yang berkembang adalah ada free trade agreement, ada juga CEPA atau Comprehensive Economic Partnership Agreement,” katanya.

Dalam hal penerapan insentif, Indonesia perlu memiliki kebijakan yang ramah terhadap investor, dengan menawarkan perizinan terbaik. Riyatno juga mencatat adanya tekanan eksternal dari negara-negara yang menolak kebijakan hilirisasi, seperti gugatan Uni Eropa di World Trade Organization (WTO) terkait penutupan ekspor bijih nikel oleh Indonesia.

“Namun sekali lagi sekalipun sudah ada gugatan, tetapi hilirisasi ini tetap jalan,” kata dia.

Sebelumnya, realisasi investasi sektor pengolahan menjadi produk bernilai tambah tinggi (hilirisasi) mengalami tren peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni pada 2019-2023.

Pada tahun 2019 BKPM mencatat realisasi investasi di sektor hilirisasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan hanya sebesar Rp61,6 triliun, namun pada 2020 meningkat menjadi Rp94,8 triliun.

Selanjutnya pada tahun 2021, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat sebesar Rp117,5 triliun, meningkat kembali pada tahun 2022 menjadi Rp171,2 triliun, serta pada tahun lalu melonjak menjadi Rp200,3 triliun.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru