SuaraPemerintah.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Kedeputian Fasilitasi Riset dan Inovasi berhasil meraih dua Sertifikat ISO 9001:2015 yang diberikan oleh PT. TUV NORD Indonesia. Sertifikat ISO diberikan kepada Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi, serta Direktorat Tata Kelola Perizinan Riset dan Inovasi, dan Otoritas Ilmiah.
Sertifikat ISO 9001:2015 ini terdiri dari dua layanan yang diberikan BRIN kepada publik, yakni, Layanan Kliren Etik dan Perijinan Riset untuk Pihak Asing pada Direktorat Tata Kelola Perizinan Riset dan Inovasi, dan Otoritas Ilmiah. Kemudian, Layanan Pendanaan Riset dan Inovasi dengan Skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi pada Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi.
Direktur PT. TUV NORD Indonesia Wahyu Wicaksono menyerahkan sertifikat ISO tersebut kepada Ajeng Arum Sari Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi, dan Tri Sundari Direktur Tata Kelola Perizinan Riset dan Inovasi, dan Otoritas Ilmiah, saat gelaran penganugerahan RIIM Award di Gedung BJ. Habibie Jakarta pada Senin (30/9).
Saat ditanya awak media Ajeng mengatakan, sertifikasi ISO diberikan terhadap layanan mutu yang disediakan direktorat yang dipimpinnya. Menurut dia, direktoratnya mempunyai tugas dan fungsi memberikan layanan skema pendanaan ke stakeholder. Baik kampus, internal BRIN, startup, dan industri.
’’Tentunya, salah satu skemanya adalah RIIM Kompetisi. Hal itulah yang kami sertifikasi untuk mendapatkan ISO menjadi layanan mutu, terkait skema pendanaan dan kompetisi,” ujar Ajeng.
Lebih lanjut Ajeng mengungkapkan, hal-hal yang perlu disiapkan untuk meraih sertifikasi tersebut yaitu, mengisi dan melengkapi borang-borang atau formulir yang dimulai dari pedoman hingga proses bisnis. Kemudian dokumen-dokumen terkait dengan layanan, dari awal seleksi sampai dengan monitoring.
Ia berharap penerimaan sertifikasi ini tidak membuat berpuas diri, namun harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena pada intinya, ada atau tidak adanya ISO tersebut, tetap berusaha untuk melayani penerimaan pendanaan dan memfasilitasi semaksimal mungkin.
“Alhamdulillah dokumennya memang sudah tertata, karena sistem kami melalui sistem website yang sudah rapi. Sedangkan tantangannya yaitu menjaga kualitas untuk memberikan layanan terbaik,” pungkas Ajeng.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)


















