Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap terus memperkuat langkah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2025 yang digelar di Hotel Sindoro, Kamis (16/10), berbagai pihak diminta memperkuat kolaborasi lintas sektor serta memastikan kelengkapan data aksi konvergensi di tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, Ari Windhy Hardanu, menjelaskan, Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Aksi Konvergensi Penanggulangan Stunting yang digelar oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah pada 7 Agustus lalu. “Pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting sudah berjalan cukup baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan agar target nasional dapat tercapai,” ujarnya.
Ari menambahkan, tahun 2025 menjadi momentum penting dengan adanya perubahan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Jika sebelumnya strategi nasional berfokus pada lima pilar, kini diperluas menjadi enam pilar yang menekankan sinergi lintas sektor dan penguatan kapasitas pelaksana di berbagai tingkatan pemerintahan. Enam pilar tersebut meliputi komitmen politik dan kepemimpinan di tingkat pusat dan daerah, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, konvergensi program dan kemitraan, ketahanan pangan dan gizi, peningkatan kapasitas pelaksana program, serta pemantauan dan evaluasi.
Menurut Ari, transformasi aksi konvergensi ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi intervensi lintas sektor dalam menurunkan prevalensi stunting. Salah satu langkah konkret yang menjadi perhatian utama adalah kelengkapan dan akurasi data yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan di daerah.
“Diperlukan dukungan dari seluruh dinas, instansi, dan kecamatan untuk melengkapi data aksi konvergensi. Petugas pengelola data di tiap OPD, kecamatan, puskesmas, serta koordinator penyuluh KB harus bersinergi dalam penginputan data melalui aplikasi web aksi konvergensi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Bappeda Cilacap, Endah Setiarini, memberikan paparan teknis mengenai pengisian data pada sistem berbasis web yang akan digunakan oleh peserta dari Puskesmas, PLKB, dan admin OPD terkait.
Dengan penguatan koordinasi dan integrasi data lintas sektor, Pemkab Cilacap berharap upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya dapat berjalan lebih terukur dan tepat sasaran, sejalan dengan target nasional pengurangan prevalensi stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












