Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemkot Magelang Luncurkan ‘Jempol’, Angkot Gratis untuk Pelajar ke Sekolah

Sejumlah pelajar menyambut baik kehadiran program “Jempol” (Jemput Pelajar Kota Magelang), yakni layanan angkutan umum gratis dari Pemerintah Kota Magelang, yang bertujuan memudahkan akses pelajar ke sekolah, sekaligus meringankan beban orang tua.

Panji, siswa SMP Negeri 5 Kota Magelang, mengaku senang dengan hadirnya layanan tersebut, karena tidak lagi harus diantar jemput orang tuanya setiap hari.

- Advertisement -

“Iya, senang, kalau berangkat atau pulang sekolah nggak perlu diantar jemput orang tua,” kata remaja asal Perumahan Ngembik, Magelang Utara, itu di sela peluncuran “Jempol”, di Terminal Tipe C Magersari, Jumat (24/10).

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dalam sambutannya menyampaikan, program ini tidak hanya sebatas kebijakan transportasi, namun juga menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial perkotaan.

- Advertisement -

“Kami ingin anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman, mudah, dan tanpa terbebani biaya transportasi,” tegasnya.

Menurut Damar, dalam lima tahun terakhir jumlah angkutan umum di Kota Magelang menurun drastis, hingga tersisa 146 unit pada 2024. Sementara itu, kepemilikan kendaraan pribadi meningkat signifikan, menyebabkan rasio kepadatan jalan mencapai 88,38 persen. Kondisi tersebut memicu kemacetan, polusi, dan meningkatnya biaya hidup keluarga.

Sebagai langkah solusi, Pemkot Magelang menghadirkan program “Jempol”, dengan menyiapkan 27unit angkot yang melayani delapan jalur utama, melintasi sekolah-sekolah di seluruh wilayah kota. Setiap armada dilengkapi stiker identitas program dan perangkat GPS, sehingga pergerakannya dapat dipantau secara real time oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Setelah jam sekolah berakhir, angkot diperbolehkan mengangkut penumpang umum, agar aktivitas ekonomi pengemudi tetap berjalan.

“Saya minta seluruh armada bersih, bebas rokok. Termasuk supir tidak boleh merokok. Angkutan ini kan fasilitas publik,” tegas Damar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi memastikan, seluruh armada dalam program “Jempol” siap beroperasi. Pada tahap awal, layanan menggunakan 27unit angkot eksisting yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.

Seluruh armada beroperasi dengan sistem swakelola, bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan yang menaungi penyelenggara angkutan umum perkotaan. Biaya operasional harian sebesar Rp144.000 per unit, sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Magelang melalui APBD, dengan total anggaran Rp280,84 juta, serta dukungan CSR dari Bank Jateng, Bank Magelang, dan TKL senilai Rp108 juta.

“Jam operasional disesuaikan dengan aktivitas belajar, yaitu hari Senin sampai Jumat, pukul 05.30–07.00 untuk mengantar siswa dan pukul 13.30–15.00 untuk menjemput pulang,” jelas Candra.

Selain memanfaatkan trayek eksisting, Dishub juga menyiapkan jalur khusus (rerouting) agar layanan dapat menjangkau seluruh sekolah di wilayah kota. Setiap kendaraan dilengkapi stiker identitas program“Jempol”, serta GPS untuk pemantauan rute dan waktu operasional.

Candra menegaskan komitmen Pemkot Magelang dalam menjaga keberlanjutan program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru