Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemprov Jatim dan BSSN Perkuat Ketahanan Siber Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Asistensi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) bagi sektor pendidikan dan kesehatan, di ruang Anjasmara Dinas Kominfo Jatim, Selasa (7/10). Kegiatan ini dihadiri perwakilan rumah sakit, sekolah, dan perguruan tinggi se-Jawa Timur, termasuk SMK Telkom dan SMK Negeri Pungging yang berprestasi di bidang keamanan siber.

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, S.Kom., M.MT, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

- Advertisement -

“Sepanjang tahun 2025, terdapat lebih dari 2,6 juta upaya serangan malware yang terdeteksi di Jawa Timur. Dari jumlah itu, 10.519 malware berhasil diblokir. Bahkan, pada September saja, tercatat 91 insiden siber di jaringan Protector ID, mulai dari kebocoran data hingga serangan DDoS,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim terus mendorong pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di kabupaten/kota. Hingga saat ini sudah ada 34 CSIRT yang terbentuk, dan ditargetkan seluruh 38 kabupaten/kota segera memiliki tim tanggap insiden siber yang tangguh.

- Advertisement -

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN, Agus Prasetyo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan siber. Menurutnya, transformasi digital di bidang pendidikan dan kesehatan membawa manfaat besar sekaligus meningkatkan risiko serangan. “Keamanan informasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama,” tegasnya.

Agus menekankan bahwa asistensi ini menjadi momentum memperkuat kemampuan sumber daya manusia dalam mendeteksi, merespons, dan memitigasi insiden siber. “Kolaborasi antara BSSN, pemerintah daerah, sektor pendidikan, kesehatan, dan swasta sangat penting agar layanan publik tetap aman dari ancaman digital,” tambahnya.

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan penyampaian materi oleh narasumber. Dalam sesi materi, peserta mendapat penekanan mengenai pentingnya keamanan informasi serta urgensi pembentukan TTIS di sektor pendidikan dan kesehatan. Tim ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, menanggulangi, dan meminimalisir dampak insiden siber, sehingga layanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.

Dengan sinergi lintas sektor dan peningkatan kapasitas berkelanjutan, Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi provinsi yang tangguh dalam menghadapi ancaman siber di era digital.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru