Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Wali Kota Bandung Tegaskan Sepuluh Arahan Siaga Bencana dan Stunting

Pemkot Bandung melalui Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, menggelar kegiatan Siskamling Siaga Bencana yang dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (20/10).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota menegaskan pentingnya keamanan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan sebagai tiga pilar utama membangun Bandung yang tangguh dan berdaya.

- Advertisement -

“Kota Bandung ini kuat kalau warganya siaga, sehat, dan kompak. Siskamling bukan hanya ronda malam, tapi tanda gotong royong yang hidup,” ujar Farhan.

Kelurahan Cijawura memiliki 13 RW dan 82 RT dengan jumlah penduduk 21.627 jiwa atau 7.585 kepala keluarga (KK). Wilayah ini aktif dengan 12 Posyandu, namun masih menghadapi persoalan klasik seperti sanitasi belum merata, stunting, dan potensi banjir karena posisi topografi yang rendah.

- Advertisement -

Pemkot Bandung tengah menyiapkan restrukturisasi kelembagaan Posyandu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terbaru tentang Tim Penggerak Posyandu (TP Posyandu). Kader Posyandu kini menjadi bagian penting pelaksana enam Standar Pelayanan Minimum (SPM): pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan, ketertiban umum, dan infrastruktur.

“Kader Posyandu adalah jantung pelayanan masyarakat, bukan hanya pelayan kesehatan tapi penggerak perubahan sosial di tingkat warga,” ucap Farhan.

Ia membuka kesempatan bagi laki-laki dan generasi muda menjadi kader agar kegiatan Posyandu lebih dinamis dan berkelanjutan.

Laporan kelurahan mencatat terdapat 134 anak stunting dan 32 kasus tuberkulosis (TBC) di Cijawura, disebabkan kurangnya asupan gizi ibu hamil dan sanitasi yang belum memadai di beberapa RW seperti RW 1, 2, 3, 4, 7, 10, dan 12.

Menurut Farhan, penanganan stunting harus dimulai dari perbaikan perilaku dan sanitasi.

“Kalau airnya kotor, gizinya kurang, dan lingkungannya tidak bersih, anak-anak kita akan terus terhambat. Kita perbaiki dari hulu, dari ibu hamil, air bersih, dan lingkungan sehat,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Sosial memberikan intervensi terhadap anak yatim dan keluarga dengan kondisi sakit berat agar tidak terbebani tanggung jawab orang dewasa.

Secara topografis, Cijawura berada di ketinggian 692 meter di atas permukaan laut (MDPL) yang membuatnya rentan terhadap banjir dan genangan air. Potensi angin kencang dan pohon tumbang juga menjadi perhatian.

Wali Kota menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan pengerukan sedimen sungai secara manual, memperbaiki dan memperkuat kirmir, menata pohon rawan tumbang, serta menyusun mitigasi bencana angin kencang berbasis warga.

“Mitigasi bencana itu bukan menunggu datangnya musibah, tapi membangun kesadaran. Kita latih warga agar tanggap dan cepat bertindak,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti sejumlah RW yang belum memiliki pos Siskamling aktif seperti RW 3, 7, dan 10. Ia meminta ronda malam dihidupkan kembali sebagai bentuk kewaspadaan kolektif.

“Siskamling bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga kesiapsiagaan bencana. Di pos ini warga bisa berkoordinasi, memberi peringatan dini, dan belajar menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.

Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga akan memperluas pemasangan CCTV, memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam, dan menata ulang lahan parkir untuk mencegah konflik antarkelompok parkir.

Dari sisi infrastruktur, baru RW 2 dan RW 8 memiliki sprinkler kebakaran, sehingga fasilitas serupa akan ditambah di RW lainnya. Lapangan evakuasi telah tersedia dan siap digunakan saat darurat.

Farhan juga mendorong warga menjadikan olahraga sebagai budaya sosial untuk memperkuat kebersamaan dan menekan stres, meski sarana olahraga masih terbatas.
Terkait kebersihan, produksi sampah di Cijawura mencapai 5,8 ton per hari. Enam RW telah mengelola budidaya maggot dengan hasil 100 kilogram per siklus.

Pemerintah akan memperkuat upaya ini melalui program “Gaslah Petugas Pemilah”, yaitu pengelolaan sampah organik di tingkat RW dan pengangkutan residu ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Menutup kegiatan, Wali Kota Bandung menyampaikan sepuluh arahan penting bagi warga dan perangkat kelurahan:
1. Perkuat peran kader Posyandu dalam enam SPM.
2. Tangani stunting dari hulu: gizi, sanitasi, dan air bersih.
3. Hentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS).
4. Susun mitigasi bencana angin kencang secara lokal.
5. Aktifkan seluruh pos Siskamling dan ronda rutin.
6. Tertibkan lahan parkir dan perbaiki PJU padam.
7. Kelola sampah berbasis RW dan perkuat daur ulang organik.
8. Fasilitasi ruang olahraga warga.
9. Perbarui data RW untuk akurasi anggaran.
10. Pemkot Bandung akan melakukan kunjungan rutin ke tiap RW.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru