Minggu, November 30, 2025
spot_img

BERITA UNGGULAN

FLC 2025 Regional IV Tekankan Inovasi, Kepemimpinan, dan Komunikasi Publik sebagai Fondasi Pemimpin Muda Indonesia

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melanjutkan rangkaian Future Leaders Camp (FLC) 2025 Regional IV di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (20/11). Kegiatan ini menghadirkan tiga materi inti yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini menempatkan inovasi, kepemimpinan berbasis nilai, dan komunikasi publik sebagai kompetensi penting yang wajib dimiliki pemimpin masa depan Indonesia.

- Advertisement -

Pada sesi pertama, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa kemajuan peradaban modern ditentukan oleh kemampuan bangsa menguasai teknologi dan menciptakan inovasi.

Menurutnya, inovasi tidak dapat hadir tanpa manusia unggul yang berkomitmen melalui proses penciptaan berbasis integritas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian mengambil risiko.

- Advertisement -

“Peneliti-peneliti kita itu adalah pemimpin hidup, bisa berkomunikasi jujur, berani, dan bisa bermanfaat secara luas,” ujar Dirjen Fauzan.

Dirjen Risbang juga menekankan bahwa FLC harus mendorong mahasiswa menjadi pemimpin yang aktif di tengah masyarakat.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya terampil memecahkan masalah, tetapi juga menjadi warga negara yang aktif dan menjadi pemimpin di komunitas mereka.” ujar Fauzan.

Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, Dirjen Fauzan mengingatkan peserta bahwa pertumbuhan diri adalah faktor paling menentukan dalam kepemimpinan dan inovasi.

Melalui penjelasan ini, Dirjen Risbang menekankan bahwa kemajuan tidak dilihat dari posisi seseorang saat ini, tetapi dari kecepatan belajar, keinginan berkembang, dan kemauan untuk melampaui batas diri.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan peserta mengenai hilirisasi riset, kesiapan SDM teknologi Indonesia, dan peluang membangun ekosistem deep tech nasional.

Sesi berikutnya menghadirkan Rizky Arief Dwi Prakoso, CEO & Founder HMNS, “Leading with Purpose: Transformative Growth and the Power of Values-Driven Leadership.”

Rizky menekankan bahwa kepemimpinan sejati berangkat dari kejelasan tujuan dan pegangan nilai yang konsisten, dan transformasi diri merupakan syarat utama transformasi organisasi, meliputi: memahami motivasi terdalam, memelihara integritas dalam proses memimpin, serta membangun disiplin dan refleksi yang berkelanjutan.

Diskusi lanjutan membahas bagaimana mempertahankan nilai dalam tekanan, mengelola tim multigenerasi, serta menjadikan kegagalan sebagai ruang belajar.

Sesi terakhir dipandu oleh Imam Santoso, Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Content Creator, melalui materi “Public Communication in the Digital Era: Strategies to Shape Public Awareness.”

Materi menekankan pentingnya kemampuan pemimpin dalam mengelola pesan publik di era digital yang kompetitif. Imam menjelaskan prinsip-prinsip dasar komunikasi digital yang efektif: pesan harus jelas, singkat, dan mudah dipahami, kecepatan dan akurasi menjadi kunci, pemimpin harus memahami pola pikir audiens digital, storytelling dapat membangun kepercayaan, dan etika komunikasi digital harus dijaga.

Diskusi membahas strategi menghadapi misinformasi, membangun citra publik yang autentik, serta menciptakan konten yang berorientasi pada dampak sosial.

Sebagai penutup rangkaian hari kedua, seluruh peserta diminta menyusun Mini Project, yaitu latihan merancang solusi berbasis data dan riset untuk isu-isu strategis yang akan dihadapi Indonesia menjelang 2045.

Dalam sesi ini, peserta berdiskusi intensif dalam kelompok kecil, mengidentifikasi masalah publik yang relevan, menganalisis akar permasalahan, dan menyusun rencana aksi yang berdampak, solutif, serta berkelanjutan.

Mini Project ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengintegrasikan seluruh pembelajaran, yaitu inovasi, kepemimpinan berbasis nilai, dan komunikasi publik. Rangkaian materi hari kedua FLC 2025 Regional IV menegaskan pentingnya tiga fondasi bagi pemimpin masa depan: inovasi, kepemimpinan berbasis nilai, dan komunikasi publik, serta kemampuan merancang solusi nyata melalui Mini Project.

Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan tinggi agar melahirkan pemimpin yang responsif terhadap perkembangan zaman, berkarakter kuat, dan mampu berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Dan mengajak seluruh mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun generasi pemimpin yang siap membawa Indonesia menuju 2045 dengan kompetensi, integritas, dan visi yang matang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,910PelangganBerlangganan

Terbaru