Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa 63 persen penduduk ASEAN berusia 35 tahun ke bawah, dan potensi besar ini dapat menjadi kekuatan baru Asia Tenggara jika dikelola dengan baik.
“Saat ini ada 63 persen anak-anak muda usia di bawah 35 tahun dari total jumlah populasi ASEAN dan ini potensi yang besar jika kita bisa mengelolanya dengan baik,” kata Wakil Ketau Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Kota Padang, Senin.
Forum internasional tersebut mengangkat tema “Creative Synergy for a Resilient ASEAN: Designing Purposeful Future” yang dinilai relevan dengan upaya memperkuat kreativitas dan talenta pemuda untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kekuatan dunia pada tahun 2035.
Rahayu menegaskan bahwa untuk membawa Asia Tenggara menjadi pemain penting dalam percaturan global, sejumlah tantangan perlu dihadapi, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem kepemudaan.
“Pertama, kita harus menciptakan ekosistem yang baik dulu,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa ekosistem tersebut tidak hanya berbentuk konektivitas antar-pemuda dan jaringan global, tetapi juga harus ditopang oleh dukungan finansial dan institusi keuangan yang memadai.
“Yang pasti ekosistem ini harus terejawantahkan menjadi kekuatan ekonomi dan harus didukung institusi keuangan,” ujar dia.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemuda merupakan kelompok strategis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengingat dominasi penduduk usia 35 tahun ke bawah.
Karena besarnya populasi pemuda tersebut, Pemkot Padang menjadikan pengembangan generasi muda sebagai salah satu agenda prioritas daerah.
Melalui penyelenggaraan ASEAN Youth Creative Meeting, Fadly berharap pemuda di Ranah Minang mampu berkontribusi dan menyumbangkan gagasan untuk membangun daerah.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa 63 persen penduduk ASEAN berusia 35 tahun ke bawah, dan potensi besar ini dapat menjadi kekuatan baru Asia Tenggara jika dikelola dengan baik.
“Saat ini ada 63 persen anak-anak muda usia di bawah 35 tahun dari total jumlah populasi ASEAN dan ini potensi yang besar jika kita bisa mengelolanya dengan baik,” kata Wakil Ketau Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Kota Padang, Senin.
Forum internasional tersebut mengangkat tema “Creative Synergy for a Resilient ASEAN: Designing Purposeful Future” yang dinilai relevan dengan upaya memperkuat kreativitas dan talenta pemuda untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kekuatan dunia pada tahun 2035.
Rahayu menegaskan bahwa untuk membawa Asia Tenggara menjadi pemain penting dalam percaturan global, sejumlah tantangan perlu dihadapi, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem kepemudaan.
“Pertama, kita harus menciptakan ekosistem yang baik dulu,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa ekosistem tersebut tidak hanya berbentuk konektivitas antar-pemuda dan jaringan global, tetapi juga harus ditopang oleh dukungan finansial dan institusi keuangan yang memadai.
“Yang pasti ekosistem ini harus terejawantahkan menjadi kekuatan ekonomi dan harus didukung institusi keuangan,” ujar dia.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemuda merupakan kelompok strategis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengingat dominasi penduduk usia 35 tahun ke bawah.
Karena besarnya populasi pemuda tersebut, Pemkot Padang menjadikan pengembangan generasi muda sebagai salah satu agenda prioritas daerah.
Melalui penyelenggaraan ASEAN Youth Creative Meeting, Fadly berharap pemuda di Ranah Minang mampu berkontribusi dan menyumbangkan gagasan untuk membangun daerah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












