Kemenpar memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan SIAL InterFOOD 2025, yang dinilai menjadi ajang strategis penguatan kolaborasi dan inovasi di sektor makanan, minuman, hotel, restoran, kafe, hingga jasa boga nasional.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menegaskan bahwa SIAL InterFOOD bukan sekadar pameran kuliner, melainkan bagian penting dari ekosistem MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkualitas di Indonesia.
“Pameran ini menjadi barometer industri pangan dan minuman di Asia Tenggara serta ruang kolaborasi global antara pelaku industri, UMKM, dan sektor pendukung,” ujarnya.
SIAL InterFOOD 2025 mencatat partisipasi 1.500 perusahaan dari 25 negara, dengan 70 persen peserta berasal dari produk dalam negeri. Pameran ini diperkirakan menarik lebih dari 90 ribu pengunjung, menjadikannya salah satu event kuliner terbesar di Asia Tenggara.
Menurut Vinsensius, tingginya antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan posisi Indonesia bukan hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga produsen unggulan di sektor kuliner dunia.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk kuliner Indonesia di pasar global. Dampak ekonominya sangat luas, mulai dari peningkatan transaksi industri makanan dan minuman hingga sektor turunan seperti hotel, transportasi, dan UMKM.
Kemenpar mengapresiasi Krista Exhibitions yang selama lebih dari dua dekade konsisten menghadirkan pameran berskala internasional, serta dukungan berbagai asosiasi industri seperti GAPMMI, PHRI, AP5I, APRINDO, ACP, dan APJI.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sejalan dengan kebijakan Kemenpar dalam memperkuat daya saing destinasi MICE nasional serta mendorong Indonesia sebagai tuan rumah utama event internasional di kawasan Asia.
“Kami berharap SIAL InterFOOD 2025 menjadi wadah inspirasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor yang membawa manfaat luas bagi pelaku industri serta memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah utama event internasional di kawasan Asia,” kata Vinsensius.
Kemenpar mengapresiasi Krista Exhibitions yang selama lebih dari dua dekade konsisten menghadirkan pameran berskala internasional, serta dukungan berbagai asosiasi industri seperti GAPMMI, PHRI, AP5I, APRINDO, ACP, dan APJI.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sejalan dengan kebijakan Kemenpar dalam memperkuat daya saing destinasi MICE nasional serta mendorong Indonesia sebagai tuan rumah utama event internasional di kawasan Asia.
“Kami ingin menjadikan SIAL InterFOOD sebagai platform global yang memperkuat konektivitas antar pelaku industri makanan dan minuman dunia,” ujarnya.
Pameran ini juga menampilkan beragam sesi inovasi kuliner, kompetisi profesional, serta forum bisnis internasional untuk mendorong transformasi industri pangan menuju pasar global yang kompetitif dan berkelanjutan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)













