BerandaParlemenDPD RI Lia Istifhama Tanamkan Kepemimpinan Perempuan Muda, Tekankan Tiga Modal Utama

DPD RI Lia Istifhama Tanamkan Kepemimpinan Perempuan Muda, Tekankan Tiga Modal Utama

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan perempuan muda yang adaptif, jujur, dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Kader Penggerak Putri yang digelar Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur di STAI KH Zainuddin Mojosari, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kaderisasi strategis bagi perempuan muda NU untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan organisasi sekaligus menyiapkan diri sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial generasi Gen Z dan milenial.

- Advertisement -

Dalam paparannya, Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan masa kini tidak cukup hanya bermodalkan semangat, tetapi harus dibangun di atas kecakapan komunikasi, kejujuran, dan kreativitas.

“Perempuan muda NU memiliki potensi besar untuk tampil sebagai pemimpin yang berpengaruh, selama mampu menyelaraskan nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, dan kepekaan sosial dengan cara berkomunikasi yang sesuai dengan karakter generasi muda,” ujar Lia Istifhama.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini menegaskan bahwa pemimpin perempuan harus hadir sebagai sosok yang dekat dengan yang dipimpin, mampu mendengar, merangkul, dan menggerakkan, bukan figur yang berjarak.

Menurutnya, karakter generasi muda yang tumbuh di ruang digital menuntut model kepemimpinan yang autentik, terbuka, dan komunikatif.

“Karena itu, kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang autentik, tidak dibuat-buat, serta mampu membangun kedekatan emosional dengan yang dipimpin,” tuturnya.

Senator DPD RI yang dikenal dengan tagline Cerdas, Inovatif, dan Kreatif (Cantik) itu juga menyoroti pentingnya keberanian menghadirkan gagasan baru agar organisasi tetap relevan dan bermakna. Kreativitas, menurutnya, menjadi kunci agar gerakan perempuan muda tidak stagnan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dari forum tersebut, Lia Istifhama merumuskan tiga modal utama kepemimpinan perempuan muda, yakni Kecakapan komunikasi, Kejujuran dan keautentikan sikap, Kreativitas dalam berpikir dan bergerak.

Sekolah Kader Penggerak Putri IPPNU Jawa Timur sendiri dirancang sebagai wadah pembinaan kader perempuan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Program ini diharapkan melahirkan pemimpin perempuan muda yang siap berkontribusi di organisasi, masyarakat, hingga ruang pengambilan kebijakan.

Panitia pelaksana kegiatan, Putri Naila Fadilatul Husna, menyampaikan bahwa kehadiran Lia Istifhama memberikan inspirasi dan energi positif bagi para peserta. Materi yang disampaikan dinilai reflektif, aplikatif, dan relevan dengan dinamika organisasi pelajar putri saat ini.

Melalui Sekolah Kader Penggerak Putri, IPPNU Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai ruang pembibitan kepemimpinan perempuan muda NU yang berakar pada nilai, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil peran strategis bagi masa depan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM