Polri terus meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi ancaman Virus Nipah, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko sejak dini melalui pelaksanaan Forum Belajar Bersama (FBB).
Mabes Polri menggelar Forum Belajar Bersama Posko Presisi terkait potensi wabah Virus Nipah sebagai langkah antisipatif dalam menyikapi dinamika isu kesehatan global yang berpotensi berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Presisi Polri, Jakarta, Senin (2/2), dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia melalui Zoom Meeting.
Forum ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat pemahaman personel terhadap ancaman penyakit menular berisiko tinggi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian agar situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kegiatan dipimpin oleh Wakaanev II Posko Presisi Brigjen Pol. Benny Iskandar, didampingi Waka Posko Presisi Mabes Polri Brigjen Pol. Indarto, serta Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. I Gusti Gede Maha Andika Jaya, bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri.
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Indarto menegaskan bahwa Forum Belajar Bersama ini menjadi sarana penting untuk membangun kesamaan persepsi dan pola pikir seluruh jajaran Polri dalam menyikapi isu kesehatan yang berkembang di masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemahaman personel terhadap peran, fungsi, serta batas kewenangan Polri dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian wabah yang dilaksanakan oleh instansi teknis terkait.
Selain itu, forum ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan kesiapsiagaan jajaran Polri dalam menyiapkan respons awal yang tepat, terukur, dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Waka Posko Presisi Mabes Polri Brigjen Pol. Indarto juga menyampaikan bahwa Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh jajaran Polri perlu terus ditingkatkan, termasuk dalam mengantisipasi potensi disinformasi dan hoaks.
Ia menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi publik, klarifikasi informasi, serta pengamanan situasi agar tetap kondusif, sekaligus mencegah munculnya ketakutan berlebihan di masyarakat.
Forum ini turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Sumarjaya, SKM, MM, MFP C.F.A, selaku Director Health Quarantine Surveillance, Ministry of Health. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, antara lain penetapan 198 rumah sakit rujukan, penguatan jejaring laboratorium nasional, serta ketersediaan fasilitas pemeriksaan RT-PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS).
Sumarjaya menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi produk atau makanan mentah yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan manusia atau benda yang terpapar. Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari, dengan tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen, disertai gejala gangguan pernapasan dan neurologis. Hingga saat ini, ditegaskan bahwa belum ditemukan kasus positif Virus Nipah di Indonesia.
Sebagai langkah pencegahan, upaya penanganan Virus Nipah dilakukan melalui penguatan informasi dan pengawasan kesehatan, disertai komunikasi publik yang menenangkan agar masyarakat tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau hoaks yang bersumber dari pihak tidak kredibel.
Kegiatan Forum Belajar Bersama Posko Presisi ini berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel kepolisian di wilayah dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan yang dapat berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google NewsÂ


.webp)













