spot_img

BERITA UNGGULAN

Turun ke Sawah, Lia Istifhama: Petani Harus Kuasai Pasar, Bukan Dikuasai Tengkulak

Kedekatan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, dengan kalangan petani mendapat apresiasi dari berbagai daerah. Tak hanya hadir dalam forum resmi, Lia dinilai kerap turun langsung ke desa-desa untuk mendengar dan mengurai persoalan pertanian dari akar rumput.

Singgih, warga Jember, menyebut Lia sebagai senator yang benar-benar berusaha memahami aspirasi petani.

- Advertisement -

“Beliau itu mau mendengarkan. Bukan hanya datang seremonial, tapi benar-benar menyerap aspirasi petani. Makanya dekat sekali dengan kami,” ujar Singgih.

Hal senada disampaikan Amelia, warga Banyuwangi. Menurutnya, putri almarhum KH Masykur Hasyim itu kerap hadir langsung ke lapangan, terutama saat membahas isu-isu pertanian.

- Advertisement -

“Beliau sering ke desa-desa. Diskusi langsung dengan petani. Itu yang membuat kami merasa diperhatikan,” kata Amelia.

Kedekatan Lia dengan sektor pertanian juga tak lepas dari perannya sebagai Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur. Posisi tersebut membuatnya semakin intens mengadvokasi berbagai persoalan, mulai dari distribusi, stabilitas harga, hingga pemberdayaan petani perempuan.

Keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, itu menegaskan bahwa sektor pertanian di Jawa Timur memiliki potensi besar yang harus dijaga dan diperkuat.

“Saya memang melihat potensi pertanian di Jawa Timur sangat besar. Banyak kabupaten di Jatim PDRB-nya dominan ditopang sektor pertanian. Artinya, petani adalah tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Lia.

Ia menekankan bahwa pemberdayaan petani harus menjadi prioritas, terutama dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.

“Hasil pertanian harus punya nilai lebih. Jangan sampai petani hanya jadi produsen bahan mentah, sementara keuntungan besar diambil tengkulak. Petani harus menguasai pasar, bukan dikuasai pasar,” tegasnya.

Menurut Lia Istifhama, penguatan akses pasar, hilirisasi produk pertanian, serta kolaborasi dengan koperasi dan UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

“Kalau pertanian kuat, desa kuat. Kalau desa kuat, Jawa Timur juga kuat,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut mempertegas komitmen Lia dalam memperjuangkan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong petani agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru