Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud kembali memimpin Morning Briefing, Senin 1 Maret 2026. Dalam momen ini, Gubernur mengajak seluruh jajaran untuk beradaptasi dan bertansformasi menghadapi tantangan anggaran yang semakin kompleks. Utamanya, bergerak lebih kreatif mengurangi ketergantungan anggaran dari Transfer ke Daerah (TKD) dengan mengoptimalkan penerimaan dari pendapatan asli daerah (PAD).
“Kita harus segera beradaptasi dan bertransformasi,” pesan Gubernur Rudy Mas’ud mengawali arahannya di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin 2 Maret 2026.
Seruan ini disampaikan mengingat pembangunan yang akan dilakukan di Kaltim ke depan nyaris hanya akan mengandalkan penerimaan asli daerah. Daerah, tidak bisa lagi terus bergantung dari transfer pusat.
Karena itu, langkah yang harus segera dilakukan adalah menghitung ulang dan memvalidasi target pendapatan dengan barometer pendapatan tahun-tahun sebelumnya.
Validasi harus dilakukan hingga kesesuaian dengan kondisi di lapangan. Mencermati berbagai potensi pajak yang belum tersentuh.
Selain itu, Gubernur Rudy Mas’ud juga minta agar Pemprov Kaltim terus mendorong masuknya investasi. Investasi yang tumbuh secara langsung akan mendongkrak pendapatan daerah. Untuk itu harus segera dilakukan pemetaan ulang potensi investasi, terutama di sektor-sektor unggulan. Catatannya, permudah proses birokrasi dan administrasi perizinan, hingga relaksasi biaya-biaya pendirian perusahaan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












