PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di Gedung A, PT Bank Sulselbar, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Sulselbar.
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jajaran manajemen, karyawan, dan para purna bakti, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan Bank Sulselbar dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Dalam sambutannya, Jufri Rahman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para purna bakti yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan panjang Bank Sulselbar hingga berkembang menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang memiliki kontribusi strategis bagi pembangunan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Menurutnya, keberhasilan Bank Sulselbar saat ini tidak terlepas dari perjuangan generasi perintis yang telah meletakkan fondasi kuat bagi keberlangsungan institusi, sehingga dapat dilanjutkan oleh generasi penerus saat ini.
“Para purna bakti adalah generasi perintis, sedangkan kami adalah generasi pelanjut. Kalau boleh dikatakan secara sederhana, mereka yang berjuang, kita yang menikmati. Karena itu sudah sepantasnya kita menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pendahulu,” ujar Jufri Rahman.
Ia berharap para purna bakti senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai-nilai yang telah ditanamkan dapat terus menjadi rujukan bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Kita doakan semoga para senior selalu diberi kesehatan dan usia panjang, sehingga tetap dapat menjadi tempat bertanya dan berbagi pengalaman ketika kita menghadapi berbagai persoalan dalam pekerjaan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Jufri Rahman mengajak seluruh jajaran Bank Sulselbar untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat refleksi spiritual, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat kebersamaan dalam menjalankan amanah.
Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam, karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
Menurutnya, kesempatan dipertemukan dengan Ramadan merupakan anugerah yang patut disyukuri, sekaligus pengingat bahwa tidak ada jaminan seseorang akan kembali bertemu Ramadan pada tahun berikutnya.
“Ketika seseorang dipertemukan dengan Ramadan, itu merupakan pengingat dari Allah SWT agar kita menyadari bahwa belum tentu kita akan bertemu Ramadan berikutnya. Karena itu, mari kita jalani bulan suci ini dengan penuh kesungguhan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan nasihat dari ulama Sulawesi Selatan, KH Muhammad Nur, yang menganjurkan agar setiap muslim menanamkan dalam hati bahwa Ramadan yang sedang dijalani bisa saja menjadi Ramadan terakhir, sehingga setiap ibadah dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Selain itu, Jufri Rahman menekankan keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan yang disebut sebagai kesempatan emas bagi umat Nabi Muhammad SAW, karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Umat Nabi Muhammad SAW rata-rata berumur antara 60 sampai 70 tahun. Karena itu Allah memberikan bonus melalui Lailatul Qadar. Satu malam ibadah pada malam itu nilainya lebih baik dari seribu bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa makna “lebih dari seribu bulan” menunjukkan besarnya nilai ibadah pada malam tersebut, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan tanpa memperdebatkan malam ganjil atau genap.
“Sepuluh malam terakhir itu semuanya adalah kesempatan. Tidak ada ruginya jika kita memperbanyak ibadah di seluruh malamnya,” tuturnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini juga diisi dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Amirullah Amri, dilanjutkan dengan doa bersama serta buka puasa dalam suasana penuh kebersamaan antara jajaran manajemen, karyawan, dan para purna bakti Bank Sulselbar.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Sulselbar berharap dapat terus memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan spiritualitas, serta menjaga semangat pengabdian dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan daerah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












