Kementerian PANRB terus memperkuat kapasitas dan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik nasional guna memastikan layanan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik agar negara dapat hadir secara utuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, menegaskan bahwa pelayanan publik ke depan tidak cukup hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Tantangan kita bukan lagi hanya menyediakan layanan, tetapi memastikan layanan hadir secara relevan, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara utuh,” ujar Otok dalam kegiatan pendampingan kebijakan pelayanan publik lingkup Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan, di Bali, Rabu (1/4/2026).
Untuk itu, Kementerian PANRB mendorong penguatan pada lima aspek utama, mulai dari kebijakan yang lebih transparan, partisipasi masyarakat, pelayanan yang aksesibel dan inklusif, pengembangan inovasi, hingga pelayanan bermutu tinggi.
Transformasi ini juga didukung berbagai inisiatif seperti optimalisasi pengaduan melalui SP4N-LAPOR!, pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) baik fisik maupun digital, hingga integrasi layanan omni-channel.
Otok menambahkan, arah pelayanan publik ke depan harus semakin berfokus pada dampak yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar kelengkapan sistem atau prosedur.
“Pelayanan publik harus terus bergerak menjadi semakin sederhana, semakin cepat, semakin terintegrasi, dan semakin manusiawi. Dan yang jauh lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan kemudahan, keadilan, kepastian, dan manfaat nyata dari pelayanan yang kita selenggarakan tersebut,” imbuh Otok.
Melalui pendampingan ini, lanjut Otok, pemerintah daerah didorong tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang konsisten dan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan transformasi pelayanan publik tidak berjalan sporadis, tetapi konsisten, berkelanjutan, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












