spot_img

BERITA UNGGULAN

Hadapi Ageing Population, Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program Lansia Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat berbagai program pemberdayaan lanjut usia (lansia) sebagai respons terhadap meningkatnya fenomena ageing population di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penduduk lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 11,97 persen dari total populasi nasional. Bahkan, sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki proporsi lansia di atas 10 persen, yang menunjukkan bahwa Indonesia tengah memasuki fase transisi demografi dengan jumlah penduduk usia lanjut yang terus meningkat.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Media Briefing bertajuk Dialog Ruang Tengah Pengembangan Sinergitas Optimalisasi Demografi di Indonesia dengan tema “Sinergitas Program: Penguatan Indeks Lansia Berdaya dalam Mendukung Pemanfaatan Bonus Demografi di Era Transisi Penduduk” yang diselenggarakan di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dalam forum tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan bahwa lansia tidak lagi dipandang hanya sebagai kelompok penerima manfaat program sosial, melainkan sebagai aset pembangunan yang memiliki potensi untuk tetap berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

Seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, pemerintah menilai perlu adanya kebijakan yang mampu memastikan kualitas hidup lansia tetap terjaga sekaligus mempersiapkan bonus demografi kedua yang diproyeksikan terjadi pada beberapa dekade mendatang.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kesiapan finansial melalui tabungan dan investasi, serta penyusunan kebijakan yang lebih ramah terhadap kebutuhan penduduk lanjut usia.

Sebagai langkah konkret, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan program Sidaya (Lansia Berdaya) yang berbasis pembangunan keluarga. Program ini dirancang untuk membantu lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja.

Program Sidaya mencakup berbagai layanan dan kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini penyakit, pelatihan dan pendampingan berbasis keluarga, penyelenggaraan sekolah lansia, program lansia entrepreneur, hingga penyediaan Kartu Sidaya sebagai instrumen pendukung layanan bagi lansia.

“Dengan banyaknya jumlah penduduk lansia, kita harus siapkan dari sekarang,” ujar Plt Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan Kemendukbangga/BKKBN, dr. Elsa Pongtuluran, M.Kes.

Kemendukbangga/BKKBN menilai keberhasilan penguatan lansia berdaya tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kualitas hidup lansia.

Kolaborasi lintas sektor tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan bonus demografi di tengah transisi penduduk yang sedang berlangsung. Dengan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan ageing population, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi demografi secara lebih optimal.

Melalui penguatan Program Sidaya dan berbagai kebijakan yang berpihak pada lansia, Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat mendorong terwujudnya lansia yang berdaya, sejahtera, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan nasional sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru