spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemda DIY Dorong Potensi Bantul Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi dan PAD

Beragam potensi unggulan yang tumbuh di Kabupaten Bantul terus didorong menjadi kekuatan baru penggerak ekonomi daerah. Mulai dari industri kreatif berbasis kulit, pembibitan ternak, energi terbarukan, hingga budidaya perikanan air payau, seluruhnya dipetakan dan diperkuat Pemda DIY melalui kunjungan Monitoring dan Evaluasi Kolaboratif lintas OPD sebagai langkah membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat pembangunan daerah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Kunjungan Monitoring dan Evaluasi Kolaboratif yang dipimpin Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama beberapa kepala OPD terkait tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis di Kabupaten Bantul, Rabu (20/05). Kegiatan diawali di Ndalem Kulit Jogja Manding Bantul, dilanjutkan ke UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) DIY di Jetis, kawasan Pantai Baru, hingga Balai Budidaya Udang dan Garam (BBUG) Samas.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemda DIY untuk melihat secara langsung potensi daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, banyak aset dan layanan yang dimiliki Pemda DIY memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Kami menemukan banyak potensi yang luar biasa dan bisa menjadi bagian dari peningkatan PAD ke depan. Tinggal bagaimana memperkuat promosi, menyiapkan SDM pengelola, serta membangun regulasi yang mendukung agar pengelolaannya semakin optimal,” ujar Ni Made.
Di Ndalem Kulit Jogja Manding yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, rombongan meninjau langsung proses produksi kerajinan kulit serta pemanfaatan bantuan mesin dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai sentra industri kreatif sekaligus destinasi wisata edukasi berbasis kerajinan kulit.
Menurut Ni Made, penguatan promosi dan inovasi produk menjadi langkah penting agar Ndalem Kulit Jogja semakin dikenal masyarakat luas. Selain itu, pengembangan pola pengelolaan dan skema pembiayaan juga dinilai dapat mendukung keberlanjutan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru di Bantul.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke UPTD BPPTDK DIY di Jetis, Bantul. Sekda meninjau fasilitas laboratorium diagnostik kehewanan serta unit pembibitan kambing dan domba yang selama ini menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan di DIY. Fasilitas laboratorium yang dimiliki Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY tersebut dinilai sudah sangat memadai dan memiliki peluang besar untuk mendukung layanan pengujian kualitas pangan, baik produk hewani maupun nonhewani.
Selain itu, kawasan pembibitan ternak juga dinilai berpotensi dikembangkan menjadi pusat edukasi dan eduwisata peternakan.
“Kita sebenarnya sudah memiliki alat yang mumpuni. Tinggal bagaimana promosi layanan dan penguatan sumber daya manusianya terus ditingkatkan supaya manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat,” katanya.
Di kawasan Pantai Baru, rombongan meninjau keberadaan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) di bawah Satpol PP DIY yang selama ini membantu pengamanan wisatawan di kawasan pantai selatan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Keberadaan SRI dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan wisata sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.
Tak jauh dari lokasi tersebut, rombongan juga melihat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) yang memanfaatkan energi surya dan angin. Infrastruktur energi terbarukan yang dikelola Dinas PUP-ESDM DIY tersebut saat ini mampu mendukung kebutuhan penerangan jalan umum dan aktivitas pelaku usaha di kawasan Pantai Baru.
“Ke depan masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan dioptimalkan. Energi terbarukan seperti ini menjadi salah satu potensi penting yang bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ungkap Ni Made.
Kunjungan diakhiri di Balai Budidaya Udang dan Garam (BBUG) Samas milik Dinas Kelautan dan Perikanan DIY yang mengembangkan pembibitan ikan nila saline, udang galah, dan udang vaname melalui dukungan Dana Keistimewaan (Danais).
Menurut Sekda DIY, Bantul masih menyimpan banyak potensi strategis yang dapat dikembangkan lebih optimal melalui kolaborasi lintas OPD dan inovasi pengelolaan daerah. Berbagai potensi tersebut diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus pengungkit PAD DIY di masa mendatang.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Ketika kapasitas fiskal berkurang, maka kreativitas dan inovasi harus diperkuat. Potensi yang kita miliki sangat besar dan bisa menjadi sumber peningkatan PAD apabila dikelola dengan semangat dan kemauan berkolaborasi lintas OPD,” pungkas Ni Made.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru