spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemkab Kendal Perkuat SDM Pertanian Modern, Petani Muda Jadi Garda Terdepan

Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendukung peningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem pertanian modern.

Hal itu disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, saat membuka training of trainer (ToT) bagi petani muda dan guru pesantren, di Promas Greenland, Dusun Nglimut, Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Senin (19/5/2026).

“Pemerintah Kabupaten Kendal menyambut baik pelaksanaan ToT ini. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, mendukung swasembada pangan, serta menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” ujar bupati, saat membuka

Disampaikan, pertanian yang dahulu dianggap sebagai pekerjaan konvensional, kini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi sektor yang menjanjikan dengan dukungan teknologi.

Menurut bupati, sistem pertanian terpadu dinilai sebagai solusi atas tantangan pertanian masa kini, karena mengintegrasikan tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan dan zero waste.

“Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara limbah tanaman dapat digunakan sebagai pakan ternak, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan keuntungan meningkat,” ungkap Mbak Tika, sapaan akrabnya.

Dia menegaskan, petani muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pertanian masa depan. Mereka diharapkan mampu mengadopsi teknologi smart farming, serta memiliki mental tangguh dan semangat kolaborasi.

“Jangan takut gagal. Jadikan lahan pertanian sebagai laboratorium kreatif. Dengan fokus dan konsistensi, petani muda mampu mandiri, produktif, dan berkontribusi nyata, dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia,” imbuhnya.

Perwakilan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Eka Heri Suparman menyampaikan, pertanian terpadu dirancang untuk menciptakan sumber penghasilan petani yang berkelanjutan.

“Dengan sistem pertanian terpadu, petani bisa memperoleh penghasilan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Contohnya dari ayam petelur, sayuran, hingga ternak ruminansia kecil yang dapat memberikan hasil signifikan, terutama menjelang Iduladha,” ujarnya.

Dia menyampaikan, petani ke depan harus mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi hal yang sangat penting.

“Ini menjadi bagian dari upaya membangun SDM pertanian yang kompeten dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ToT ini, lanjutnya, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menularkan pengetahuan dan praktik pertanian terpadu kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan pesantren dan kalangan petani muda di Kabupaten Kendal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru