spot_img

BERITA UNGGULAN

Senator Lia Istifhama Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Optimisme di Hari Kebangkitan Nasional 2026

Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi ajang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat persatuan, optimisme, dan kerja nyata dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. Hal tersebut disampaikan Senator Jawa Timur, Lia Istifhama, dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2026.

Anggota Komite III DPD RI tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Timur, untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen dalam membangun bangsa melalui kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.

Menurut Lia, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya menjaga semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa. Semangat tersebut, kata dia, perlu terus dihidupkan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari tantangan ekonomi, pendidikan, sosial budaya, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Kebangkitan adalah tentang harapan dan perjuangan. Mari bersama membangun Indonesia yang lebih baik,” ungkap Lia yang berkantor resmi di Surabaya.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai semangat kebangkitan harus diwujudkan melalui sikap optimistis, gotong royong, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan negara sekaligus mempercepat pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Lia juga menyoroti peran strategis generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa. Menurutnya, anak muda Indonesia memiliki peluang besar untuk membawa bangsa menuju kemajuan melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan digitalisasi harus diimbangi dengan penguatan karakter, moral, serta nilai-nilai kebangsaan agar kemajuan yang dicapai tetap berlandaskan pada identitas nasional.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Karena itu, kemampuan berinovasi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan kecintaan terhadap bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tersebut menegaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Lia, masyarakat dapat berkontribusi melalui berbagai langkah sederhana namun berdampak besar, seperti meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi kerakyatan, menjaga lingkungan, serta merawat persatuan dan kerukunan sosial di tengah keberagaman.

Ia berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 mampu menjadi pemantik semangat baru bagi masyarakat untuk terus berkarya, saling mendukung, dan memperkuat rasa kebangsaan.

“Dengan persatuan dan semangat kebangkitan yang terus dijaga, saya yakin Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global serta mewujudkan masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Lia.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu bangsa perlu diteruskan melalui kontribusi positif dari setiap warga negara. Dengan semangat kebersamaan, optimisme, dan gotong royong, Indonesia diyakini mampu melangkah lebih kuat menuju masa depan yang lebih baik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru