Wakil Ketua DPR RI sekaligus Pimpinan Timwas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi berbagai perbaikan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pasalnya, pelaksanaan haji menunjukkan kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah Indonesia.
“Kalau kita bandingkan dari tahun ke tahun, pelaksanaan haji tahun ini sudah melakukan lompatan transformasi yang bagus,” ujar Cucun saat memberikan keterangan dikutip dari Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah dan penyelenggara haji telah memberikan dampak positif terhadap pelayanan jemaah. Namun, ungkapnya, penyelenggaraan ibadah haji memiliki banyak faktor yang sulit diprediksi sehingga evaluasi tetap diperlukan.
Menurutnya, indikator utama keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya dilihat dari proses keberangkatan dan pemulangan jemaah, tetapi juga pelayanan pada puncak pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Yang namanya pelaksanaan haji itu banyak hal yang tidak bisa diprediksi. Karena itu masih ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Cucun menyebut persoalan kapasitas dan fasilitas penampungan jemaah di Mina masih menjadi salah satu isu yang perlu diperbaiki pada penyelenggaraan haji berikutnya. Selain itu, aspek kenyamanan dan layanan dasar bagi jemaah juga harus terus ditingkatkan.
Meski demikian, ia menilai berbagai tantangan tersebut tidak mengurangi capaian positif yang telah diraih dalam penyelenggaraan haji tahun ini. DPR, lanjutnya, akan menyampaikan hasil pengawasan secara komprehensif setelah seluruh rangkaian evaluasi selesai dilakukan.
“Nanti akan dilakukan rapat evaluasi bersama seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan haji. Hasil pengawasan Timwas DPR juga akan kami sampaikan dalam rapat paripurna,” jelasnya.
Politisi Fraksi PKB itu menegaskan bahwa DPR akan terus mengawal perbaikan penyelenggaraan haji agar pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun. Evaluasi yang dilakukan, tegasnya, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
“Catatan-catatan yang ada akan menjadi bahan perbaikan ke depan. Yang baik tentu kita apresiasi, sementara yang masih kurang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Terakhir, Cucun berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji dapat menjadikan evaluasi tahun ini sebagai pijakan demi meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang. Harapannya, jemaah Indonesia mendatang memperoleh layanan yang semakin aman, nyaman, dan berkualitas.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)











