Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan bahwa berbagai program prioritas nasional harus menjangkau dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satunya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus didorong agar dapat dirasakan masyarakat di pelosok Papua yang selama ini menghadapi tantangan akses dan layanan dasar.
“Perlu kita highlight di sini bahwa kami memperjuangkan program-program prioritas dari Bapak Presiden di area-area 3T. MBG misalnya, harus kita perjuangkan di sini di Asmat,” ungkap Wapres saat memberikan keterangan pers di Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Kampung Yepem, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/06/2026).
Untuk itu, sambung Wapres, pemerintah tengah mengkaji pola pelaksanaan program MBG yang lebih adaptif dengan melibatkan lembaga-lembaga yang dekat dengan masyarakat, seperti gereja, keuskupan, dan sekolah. Ia menilai tokoh agama dan pemerintah daerah memiliki pemahaman paling baik terhadap kondisi masyarakat setempat, sehingga pelaksanaan program semakin efektif dan tepat sasaran.
“Tadi dengan Romo sudah kita diskusikan bahwa di area ini mungkin ke depan lebih baik MBG itu bekerja sama dengan keuskupan, dengan gereja-gereja, dengan kantin-kantin sekolah,” ungkapnya.
Selain memastikan akses gizi bagi masyarakat, dalam kunjungannya ke Asmat ini, Wapres juga mendorong peningkatan layanan kesehatan di tanah Papua. Terkait hal ini, menurutnya pemerintah akan menindaklanjuti rencana pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat.
“Sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi. Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga,” tegasnya.
Sejalan dengan Wapres, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo mengungkapkan bahwa kehadiran program MBG sangat bermanfaat bagi masyarakat Asmat. Salah satunya, program ini terbukti mampu mendongkrak tingkat kehadiran siswa di sekolah secara signifikan.
“Sebelum adanya MBG, itu tingkat absensi anak sekolah tinggi sekali. Karena sebagian besar masyarakat kita di sini adalah jobless, mereka tidak memiliki pekerjaan, anak-anak kadang pagi ke sekolah tanpa sarapan. Dengan adanya program MBG, itu angka kehadiran anak-anak di sekolah itu meningkat drastis, terutama di sekolah-sekolah yang menerima manfaat MBG itu,” terangnya.
Oleh karena itu, Thomas berharap cakupan program MBG dapat terus diperluas di wilayahnya. Menurutnya, dari 24 distrik di luar ibu kota kabupaten, hanya satu distrik yang menerima program MBG.
“Padahal ini dibutuhkan di semua tempat. Kalau boleh mengusulkan, mungkin pelaksanaan MBG itu melibatkan pihak sekolah, orang tua murid, dan juga gereja-gereja, supaya lebih simpel,” pintanya.
Kunjungan Wapres ke Asmat menjadi pesan kuat bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di kota-kota besar. Dari wilayah pesisir dan rawa Papua Selatan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan gizi dan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






