Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif peresmian pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di Kabupaten Sampang oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Madura sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di Jawa Timur.
Lia yang akrab disapa Ning Lia menilai, peningkatan kualitas jalan daerah tidak hanya menghadirkan kemudahan akses transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Pulau Madura.
“Pengembangan jalan daerah ini sangat strategis, terutama bagi Madura. Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ning Lia.
Menurut keponakan Gubernur Jawa Timur tersebut, Madura memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga usaha mikro dan kecil yang selama ini masih menghadapi tantangan konektivitas antarwilayah. Dengan infrastruktur yang semakin baik, potensi tersebut diyakini akan berkembang lebih optimal.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, Madura bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Ini momentum penting yang harus dimanfaatkan,” kata Ning.
Putri KH Maskur Hasyim itu menegaskan bahwa pembangunan jalan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah secara menyeluruh. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu meningkatkan daya saing wilayah, mempercepat arus barang dan jasa, sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Karena itu, Ning Lia berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada proyek-proyek utama, tetapi terus diperluas hingga menjangkau desa-desa sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Infrastruktur harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” pungkasnya.
Peresmian pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sampang, Selasa (23/6/2026). Sampang memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas di Pulau Madura karena berada di jalur nasional Bangkalan–Sampang–Pamekasan–Sumenep yang menghubungkan kawasan pelabuhan, pusat perdagangan, sentra pendidikan, hingga jalur distribusi logistik.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan jalan daerah merupakan bagian penting dari upaya memperkuat perekonomian nasional melalui penurunan biaya logistik dan peningkatan konektivitas antarwilayah.
“Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup dan ada konektivitas antara pusat produksi dan permukiman,” tegas Prabowo.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah agar tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur.
“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Program tersebut bertujuan memperkuat rantai pasok nasional dengan menghubungkan kawasan produksi menuju pusat distribusi dan pasar secara lebih efisien.
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kualitasnya sudah baik, ini harus dijaga. Semua penggunaan anggaran rakyat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News






