Senin, Juni 22, 2026
Beranda Pemda Wagub Maluku Utara Tutup Festival Teluk Jailolo 2026, Pariwisata Disebut Investasi Masa...

Wagub Maluku Utara Tutup Festival Teluk Jailolo 2026, Pariwisata Disebut Investasi Masa Depan

61

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menghadiri sekaligus menutup secara resmi gelaran Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 yang berlangsung meriah di Desa Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu malam (20/6/2026).

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Wakil Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, jajaran Forkopimda dan anggota DPRD Halmahera Barat, perwakilan Kementerian Pariwisata, serta sejumlah wisatawan mancanegara.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan masa depan kehidupan ekonomi masyarakat. Berbeda dengan sektor sumber daya alam yang suatu saat akan habis dieksploitasi, pariwisata yang ditopang oleh luhurnya kebudayaan dan kualitas sumber daya manusia akan terus lestari melintasi generasi.

“Negara-negara maju berkembang pesat salah satunya karena pengelolaan pariwisatanya bagus. Oleh karena itu, investasi terbaik untuk masa depan adalah pariwisata. Festival ini menjadi instrumen penting agar peradaban budaya kita terus berkembang dengan baik,” ujar Wagub Sarbin Sehe.

Ia menambahkan, perkembangan pariwisata akan membawa dampak domino yang positif bagi sektor-sektor penunjang lainnya. Wisatawan yang berkunjung ke Maluku Utara datang untuk menyaksikan kekayaan budaya dan warisan leluhur, yang harus terus dijaga kelestariannya melalui festival tahunan seperti ini.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang telah sukses membawa Festival Teluk Jailolo diakui di tingkat nasional hingga masuk dalam kalender tetap Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Wagub juga memuji terobosan berani Pemkab Halmahera Barat yang memilih Desa Dodinga sebagai pusat pelaksanaan festival tahun ini. Menurutnya, Festival Teluk Jailolo tidak harus selalu berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan bisa digilir ke wilayah lain seperti Kecamatan Ibu, Loloda, atau desa-desa potensial lain di Halmahera Barat pada tahun-tahun mendatang.

Sarbin mengajak seluruh pihak untuk melengkapi ekosistem pariwisata masa depan dengan penguasaan ilmu pengetahuan serta pemanfaatan teknologi digital. Langkah digitalisasi ini dinilai penting guna menyebarluaskan informasi terbaik mengenai potensi pariwisata Maluku Utara ke kancah global secara cepat dan masif.

“Kawan-kawan dari Kementerian Pariwisata maupun wisatawan mancanegara tidak perlu ragu untuk berkunjung ke Maluku Utara, termasuk ke Desa Dodinga ini,” tegasnya mantap.

Maluku Utara memiliki modal sosial yang kuat dengan keberagaman etnis yang saling terhubung erat dalam semangat Mari Moi Ngone Futuru (Bersatu Kita Kuat), serta warisan sejarah yang dikelola oleh empat kesultanan besar. Potensi luar biasa ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen daerah untuk dipelihara.

Di akhir sambutannya, Wagub menyampaikan terima kasih mendalam kepada para tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat Desa Dodinga yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa, hangat, dan ramah bagi para pengunjung dan wisatawan.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan demi kelancaran pembangunan di Maluku Utara dan Halmahera Barat. Selain itu, dengan memanfaatkan momentum Piala Dunia yang berlangsung tahun ini, Sarbin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikannya sebagai motivasi besar untuk membangkitkan prestasi olahraga sepak bola di Maluku Utara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini