Sebagai wujud nyata kepedulian dan empati terhadap sesama, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui kolaborasi antara Dewan Pengurus (DP) KORPRI BKN, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKN, dan Badan Pembina Rohani Islam (Babinrohis), menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Berbagi untuk Mereka, Bahagia untuk Kita”.
Rangkaian program sosial yang dilaksanakan pada kegiatan kali ini, yakni meliputi khitanan massal bagi 20 orang anak, santunan Yatim dan Dhuafa yang disalurkan kepada 20 orang anak, dan penyaluran santunan anak asuh kepada 10 orang anak melalui program Orang Tua Asuh.
Dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BKN, Plt. Sekretaris Utama BKN, Rahman Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah ikhtiar menumbuhkan nilai kepedulian sosial di lingkungan birokrasi. “Birokrasi yang hebat bukan hanya birokrasi yang mampu menghasilkan kinerja, tetapi juga birokrasi yang memiliki hati yang empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketika kita gemar berbagi, Allah akan melembutkan hati kita. Hati yang lembut akan melahirkan pelayanan yang tulus dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya mengutip amanat Kepala BKN pada Kamis (16/07/2026) di lingkungan kantor BKN Pusat, Jakarta.
Ia juga mengingatkan janji Allah bagi mereka yang bersedekah dan menyantuni anak yatim, bahwa harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan tidak akan membuat miskin, melainkan diganti dengan keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Adapun prosesi khitanan massal yang berlangsung di Poliklinik BKN ditangani langsung oleh tim medis profesional dari Bulan Sabit Merah Indonesia. Selama Proses pelaksanaan khitan berjalan dengan lancer, di mana Tim medis secara professional membuat nyaman para peserta khitanan, seperti pendampingan para anak saat menunggu giliran dengan pendampingan oleh pendongeng, sampai menggunakan teknologi Smart Klamp guna mengurangi rasa sakitnya.
BKN berharap budaya berbagi ini dapat terus mengakar kuat, di mana setiap pejabat atau pegawai dapat mendampingi setidaknya satu anak asuh. Semangat kepedulian ini juga diharapkan menular hingga ke seluruh Kantor Regional BKN di berbagai wilayah di Indonesia.
“Dengan demikian, BKN tidak hanya melahirkan ASN yang profesional dan berkarakter, tetapi juga ASN yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutup Rahman Hadi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






